Beranda Kutai Timur Kutim Gandeng BPOM Tingkatkan Kesadaran Pangan Aman

Kutim Gandeng BPOM Tingkatkan Kesadaran Pangan Aman

18 views
0

Foto: Vian Prokutim

SANGATTA – Di masa-masa derasnya arus peredaran pangan olahan, jajanan siap saji, hingga produk makanan rumahan yang semakin beragam, kesadaran mengenai keamanan pangan menjadi ihwal yang tak dapat dipandang remeh. Bagi Kabupaten Kutai Timur (Kutim), pangan yang aman, sehat, dan bergizi bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan konsumsi sehari-hari, melainkan juga menjadi fondasi dalam membangun generasi masa depan yang lebih berkualitas.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui kegiatan edukasi dan penguatan keamanan pangan yang melibatkan Pemkab Kutim, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda, serta organisasi perempuan se-Kuti.. Kegiatan yang digelar di Sangatta itu tidak hanya menghadirkan paparan materi, tetapi juga membuka ruang interaksi melalui diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis antara peserta dan para narasumber.

Dalam forum tersebut, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menekankan bahwa keamanan pangan merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia. Menurut dia, perhatian terhadap makanan yang dikonsumsi setiap hari harus dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga.

“Saya ingin sampaikan dengan sederhana, makanan yang kita makan setiap hari harus benar-benar aman. Jangan sampai yang kita makan justru membuat kita sakit. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong agar semua pihak ikut menjaga keamanan pangan, mulai dari rumah tangga, pedagang, sampai pelaku usaha,” ujar Ardiansyah.

Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan bahwa keamanan pangan bukan semata tanggung jawab pemerintah. Di dalamnya terdapat peran berlapis yang melibatkan keluarga, pelaku usaha, pedagang, hingga masyarakat sebagai konsumen. Kesadaran kolektif itu dinilai menjadi benteng pertama dalam mencegah peredaran pangan yang berpotensi membahayakan kesehatan.


Ardiansyah juga memberikan perhatian khusus terhadap peran perempuan dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. Menurut dia, perempuan memiliki posisi sentral karena menjadi pihak yang paling dekat dengan proses pemilihan, pengolahan, hingga penyajian makanan di rumah tangga.

“Perempuan itu sangat penting dalam keluarga. Mereka yang mengatur makanan untuk anak-anak dan keluarga. Kalau ibu-ibu paham makanan yang sehat dan aman, maka keluarga kita juga akan lebih sehat. Saya juga minta Laboratorium Kesehatan Daerah kita dimaksimalkan. Kalau ada makanan yang diragukan, bisa segera diuji supaya masyarakat tenang dan pedagang juga punya kepastian,” tegasnya.

Pernyataan itu sekaligus menyoroti pentingnya optimalisasi fungsi Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kutim. Kehadiran fasilitas pengujian yang andal dinilai dapat memberikan kepastian bagi masyarakat maupun pelaku usaha ketika muncul keraguan terhadap kualitas suatu produk pangan yang beredar.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati memandang keamanan pangan sebagai investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan lintas generasi. Menurut dia, kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat memiliki hubungan erat dengan kualitas sumber daya manusia yang akan tumbuh pada masa mendatang.

“Pangan aman adalah investasi emas untuk masa depan. Ketika masyarakat mengonsumsi makanan yang aman dan bergizi, kita sedang membangun generasi yang sehat, kuat, dan produktif. Ini bukan hanya soal hari ini, tetapi masa depan Kutim,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya membangun budaya pangan aman tidak dapat berhenti pada kegiatan seremonial atau sosialisasi sesaat. Edukasi harus terus menjangkau tingkat rumah tangga agar masyarakat semakin memahami cara memilih bahan pangan, mengolah makanan, hingga menyimpannya dengan benar.
Pandangan serupa disampaikan Intan Widiaty, anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kutim. Menurut dia, kaum ibu merupakan garda terdepan dalam menjaga kualitas pangan keluarga karena berhadapan langsung dengan kebutuhan konsumsi harian.

“Kami para ibu adalah garda terdepan di rumah. Kami yang setiap hari memilih bahan makanan, mengolah, dan menyajikannya untuk keluarga. Karena itu, kami sangat mendukung edukasi keamanan pangan ini agar keluarga kami lebih sehat,” ujarnya.

Sementara itu, BPOM Samarinda memberikan penguatan mengenai pentingnya pengawasan pangan, terutama terhadap produk yang beredar di pasar tradisional, lingkungan sekolah, dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pengawasan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk memastikan masyarakat memperoleh pangan yang aman untuk dikonsumsi.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi interaktif. Beragam pertanyaan mengemuka, mulai dari cara mengenali makanan yang mengandung bahan berbahaya, pengawasan jajanan anak sekolah, hingga mekanisme pelaporan apabila ditemukan produk pangan yang diduga tidak memenuhi standar keamanan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap tumbuhnya kesadaran yang lebih luas mengenai pentingnya keamanan pangan di tengah masyarakat. Harapan tersebut bukan hanya untuk menekan risiko penyakit akibat pangan yang tidak sehat, melainkan juga menyiapkan generasi yang lebih sehat, tangguh, dan berdaya saing.

Di balik setiap hidangan yang tersaji di meja makan keluarga, tersimpan ikhtiar besar membangun masa depan. Karena pada akhirnya, pangan yang aman bukan sekadar kebutuhan hari ini, melainkan bekal berharga bagi lahirnya generasi Kutim yang lebih berkualitas pada masa mendatang.
(kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini