Beranda Kutai Timur Pohon Maulid Bengalon: Simbol Cinta, Kreativitas, dan Kebersamaan

Pohon Maulid Bengalon: Simbol Cinta, Kreativitas, dan Kebersamaan

100 views
0

Inovasi dan kreativitas anggota Majelis taklim menghias pohon Maulid semarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW Kec. Bengalon. Foto:Dewi/ProKutim

BENGALON – Di antara hiasan dan lantunan selawat yang menggema, ratusan jamaah Majelis Taklim Akbar Bengalon memadati Gedung Serbaguna Polsek Bengalon, Minggu (5/10/2025). Mereka datang bukan sekadar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, tetapi juga merayakan kebersamaan melalui tradisi unik, pohon maulid, simbol cinta, kreativitas, dan gotong royong yang tumbuh dari tangan para ibu-ibu majelis pengajian.

Tradisi pohon maulid yang menjadi ikon kegiatan kali ini berhasil memikat perhatian masyarakat. Setiap kelompok pengajian menampilkan karyanya masing-masing, beragam bentuk, warna, dan hiasan. Namun berpadu dalam satu makna yang sama, yakni memperindah peringatan Maulid Nabi sekaligus mempererat tali silaturahmi antarjamaah.

Menurut keterangan Yuliana, panitia dari Majelis Taklim Akbar Kecamatan Bengalon, seluruh kelompok pengajian dilibatkan dalam pembuatan pohon maulid.

“Untuk pohon maulid ini kami dari anggota Majelis Taklim Akbar meminta agar semua kelompok yasinan atau majelis taklim yang ada bergabung. Jadi setiap kelompok yasinan diminta membuat satu pohon, tetapi ada juga yang membuat dua, tiga, bahkan lebih,” jelasnya.

Proses pengerjaannya dilakukan secara gotong royong. Para jamaah memanfaatkan bahan-bahan sederhana namun sarat makna, seperti tusuk lidi yang dirangkai, telur sebagai simbol kehidupan dan keberkahan, hingga tambahan ornamen seperti uang dan perabot kecil yang mempercantik tampilan.

“Ini kan ajuran ya Bu, dari tusuk lidi dihias, ada telurnya, lalu dikombinasikan dengan berbagai pernak-pernik supaya lebih estetik. Istilahnya, ini hasil kreasi ibu-ibu dari lebih 20 majelis taklim/yasinan yang luar biasa,” ujarnya.

Bagi masyarakat Bengalon, pohon maulid bukan sekadar hiasan dalam acara keagamaan. Di balik setiap cabang yang dihiasi telur dan uang tersimpan pesan moral tentang pentingnya berbagi, saling membantu, dan mensyukuri nikmat Allah SWT. Semangat kolektif ini memperlihatkan betapa tradisi lokal masih hidup, dirawat dengan cinta oleh komunitas ibu-ibu pengajian.

Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarjamaah dari berbagai majelis taklim. Setiap kelompok berkesempatan menunjukkan hasil karyanya sambil saling memberi inspirasi, menciptakan suasana akrab dan hangat di antara para peserta.

Yuliana berharap, kegiatan Tabligh Akbar dan peringatan Maulid Nabi kali ini dapat berjalan lancar, membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

“Insyaallah mudah-mudahan acaranya berjalan dengan lancar, tidak ada kendala, dan kami juga berterima kasih karena undangan dari kabupaten sudah hadir,” tutupnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Bengalon tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi ruang ekspresi religius dan sosial, tempat masyarakat memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas. Melalui kreativitas pohon maulid, mereka menghadirkan makna baru, bahwa cinta kepada Rasulullah dapat tumbuh subur di antara gotong royong dan rasa syukur yang sederhana. (kopi15/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini