Beranda Kutai Timur Fokus Baru Kutim, Tingkatkan Hilirisasi Komoditas dan Ekspor

Fokus Baru Kutim, Tingkatkan Hilirisasi Komoditas dan Ekspor

15 views
0

Asisten Ekobang Seskab Kutim Noviari Noor memberikan sambutan dan arahan.Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Disperindag terus mendorong penguatan hilirisasi komoditas unggulan sebagai strategi utama meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperluas peluang ekspor. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Teknis Hilirisasi Potensi Komoditi dan Peluang Ekspor di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim yang dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Seskab Kutim Noviari Noor, Rabu (15/4/2026).

Dalam sambutannya, Noviari Noor, menegaskan bahwa hilirisasi menjadi langkah krusial agar Kutim tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk olahan bernilai tinggi yang kompetitif di pasar global.

“Komoditas seperti pisang, kakao, aren genjah, dan nanas memiliki potensi besar jika diolah lebih lanjut. Hilirisasi adalah kunci agar nilai ekonomi tetap berputar di daerah dan membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Selain hilirisasi, pemerintah juga menekankan pentingnya integrasi data melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Seluruh pelaku industri kecil dan menengah (IKM) serta pemangku kepentingan diminta aktif menginput data produksi dan lokasi usaha.

Menurut Noviari, data yang akurat akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang tepat, khususnya dalam memfasilitasi akses pasar ekspor dan pengembangan industri daerah.

“Tanpa data yang valid, kita sulit menentukan langkah strategis. Karena itu, partisipasi aktif pelaku usaha sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Rapat kerja ini juga menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendukung, serta mitra seperti Ekspor Center. Pemerintah daerah berkomitmen melakukan pemetaan potensi unggulan secara detail, termasuk kapasitas produksi dan kesiapan komoditas untuk ekspor.

“Langkah ini diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem ekspor yang mandiri dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, apresiasi juga disampaikan kepada para eksportir, perwakilan BUMD, Dekranasda, serta seluruh pihak yang hadir dan berkontribusi dalam pengembangan sektor industri dan perdagangan di Kutim.

Di tengah penurunan produksi batu bara akibat kebijakan nasional, perekonomian Kutim justru menunjukkan perkembangan positif dari sektor non-tambang. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi dengan batubara tercatat sebesar 1,22 persen, sementara tanpa batubara meningkat signifikan hingga sekitar 11 persen.

Peningkatan ini ditopang oleh sektor pertanian, perkebunan, industri pengolahan, dan transportasi yang terus berkembang.

“Ini menjadi sinyal kuat bahwa kita harus memperkuat sektor non-batubara melalui hilirisasi agar ekonomi daerah lebih berkelanjutan,” jelasnya.

Program hilirisasi yang dijalankan daerah juga sejalan dengan kebijakan nasional, sekaligus mendukung visi jangka panjang Kutim sebagai pusat hilirisasi dalam 20 tahun ke depan.

Dalam lima tahun mendatang, pemerintah daerah menargetkan terwujudnya visi “Kutai Timur Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing” melalui penguatan produk unggulan berbasis ekspor.

“Rapat kerja teknis ini diharapkan mampu menghasilkan rumusan konkret dan terukur dalam pengembangan hilirisasi dan ekspor komoditas daerah. Pemerintah menegaskan pentingnya kesamaan visi seluruh pihak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Novi.(kopi15/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini