Momen pertemuan PT KPC, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI). Foto: Istimewa
SANGATTA — PT Kaltim Prima Coal (KPC) menggelar pertemuan di Ruang J-22 pada Senin (27/10/2025) dalam pelaksanaan asesmen Perusahaan Layak Anak (PLA). Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) yang bertujuan mendorong dunia usaha berperan aktif dalam pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk mewujudkan daerah yang ramah anak, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mendukung program nasional Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).
Melalui asesmen ini, APSAI menilai sejauh mana perusahaan memenuhi kriteria dalam penerapan prinsip-prinsip perlindungan anak di lingkungan kerja maupun di masyarakat sekitar.

Ketua APSAI Kutim Nanang menyampaikan bahwa pihaknya mendorong KPC menjadi salah satu perusahaan teladan di Kaltim dalam penerapan konsep Perusahaan Layak Anak. Jika berhasil meraih predikat ini, KPC akan menjadi perusahaan pertama di provinsi tersebut yang memperoleh pengakuan sebagai PLA.
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim, Rita, menyampaikan apresiasi terhadap langkah KPC yang secara nyata menunjukkan kepedulian terhadap isu sosial dan perlindungan anak.
“Kami berharap setelah PT KPC mengikuti kegiatan ini, perusahaan-perusahaan lain di Kutim juga dapat mengikuti jejak yang sama. Upaya seperti ini akan mendukung peningkatan peringkat Kabupaten Layak Anak, sekaligus menjadi motivasi bagi dunia usaha untuk lebih peduli terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak,” ungkapnya.
Dari pihak perusahaan, perwakilan Community Health and Education (CHE) KPC, Febby, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berperan aktif dalam membangun lingkungan kerja yang sehat, aman, dan ramah keluarga.
“Kami berharap KPC dapat memperoleh predikat Perusahaan Layak Anak dan menjadi inspirasi bagi perusahaan lain, terutama bagi kontraktor KPC dan pelaku usaha di wilayah Kutim,” ujarnya.
Melalui asesmen ini, KPC menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya terfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan pekerja, keluarga, serta generasi muda. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran dunia usaha terhadap pembangunan berkelanjutan di Kutai Timur.(kopi12/kopi13)

































