Beranda Kutai Timur Bangun Kesadaran Siber ASN, Pemkab Kutim Sosialisasikan Cyber Hygiene

Bangun Kesadaran Siber ASN, Pemkab Kutim Sosialisasikan Cyber Hygiene

65 views
0

Momen pembukaan Sosialisasi Keamanan Informasi. Foto:Bella/Pro Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) menggelar Sosialisasi Keamanan Informasi dengan tema “Peningkatan Kesadaran Keamanan Informasi Melalui Penerapan Cyber Hygiene di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutim”.

Kegiatan berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Selasa (4/11/2025), dan diikuti oleh perwakilan dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kutim.

Kepala Bidang Infrastruktur TIK dan Persandian, Sulisman, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada ASN mengenai pentingnya menjaga keamanan data dan privasi di era digital.

“Materi Cyber Hygiene dimaksudkan untuk memberikan pemahaman bagi individu maupun organisasi dalam melindungi privasi, serta menjaga keamanan sistem, perangkat, jaringan, dan data baik pribadi maupun organisasi dari ancaman siber,” ujar Sulisman.

Ia menambahkan, sosialisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya Cyber Hygiene di lingkungan Pemkab Kutim, membangun kemampuan ASN dalam mendeteksi, mencegah, dan menanggulangi potensi ancaman siber, serta memberikan pemahaman praktis tentang tindakan preventif untuk menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi pemerintah daerah.

Mewakili Bupati Kutim, Kepala Dinas Kominfo Staper, Ronny Bonar, menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam arahannya, Ronny menegaskan bahwa kesadaran terhadap pentingnya keamanan informasi merupakan hal mendasar yang harus ditanamkan di setiap unit kerja pemerintahan.

“Kesadaran ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kominfo Staper, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh perangkat daerah yang mengelola data dan informasi di masing-masing OPD,” tegas Ronny.

Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah nyata dalam membangun budaya keamanan informasi adalah dengan menerapkan prinsip Cyber Hygiene, yaitu kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan dan keamanan aktivitas digital sehari-hari.

“Sebagai Aparatur Sipil Negara, kita memiliki tanggung jawab ganda. Pertama, melindungi data dan aset informasi instansi yang kita kelola. Kedua, memiliki kewajiban moral untuk menjaga data pribadi masyarakat yang dipercayakan kepada kita,” tambahnya.

Ronny berharap, kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar keamanan informasi yang berkelanjutan serta memperkuat sistem pertahanan siber di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutim.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dedy Cahyadi, Dosen Program Studi Informatika dan Kepala Laboratorium Aplikasi Internet Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Samarinda. Ia juga merupakan Ketua Dewan TIK Kalimantan Timur, anggota CSIRT Provinsi Kaltim dan Kota Samarinda, serta anggota Dewan Smart City Kota Samarinda.

Dalam pemaparannya, Dedy menjelaskan bahwa Cyber Hygiene merupakan serangkaian praktik dan prosedur yang dilakukan oleh individu maupun organisasi untuk menjaga keamanan serta kesehatan sistem, perangkat, jaringan, dan data dari ancaman siber.

“Kesadaran siber harus dibangun secara berkelanjutan. ASN perlu membiasakan diri menerapkan prinsip Cyber Hygiene dalam setiap aktivitas digital, karena serangan siber tidak hanya menyasar sistem besar, tetapi juga perilaku individu dalam penggunaan teknologi,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutim dapat memahami dan menerapkan praktik keamanan digital secara konsisten, serta menjadikan Cyber Hygiene sebagai budaya kerja dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang tangguh, aman, dan terpercaya di era transformasi digital.(kopi12/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini