Beranda Kutai Timur Disdik Kutim Tingkatkan Program Mengaji, Dari 8 Jadi 39 Sekolah Negeri

Disdik Kutim Tingkatkan Program Mengaji, Dari 8 Jadi 39 Sekolah Negeri

143 views
0

Kepala Disdikbud Kutim Mulyono. Foto : Nasruddin/Pro Kutim

​SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim), terus memperluas program pendidikan agama di sekolah umum. Setelah proyek percontohan sukses, program tambahan jam pelajaran Al-Quran kini ditingkatkan dari 8 menjadi 39 sekolah negeri di Sangatta Utara dan Selatan.

​Kadisdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari konsepnya untuk memastikan sekolah negeri juga memberikan bekal pelajaran Al-Quran yang memadai kepada siswa.

​Program ini dimulai pada tahun 2023 dan 2024 sebagai proyek percontohan dengan melibatkan delapan sekolah. Disdikbud bekerja sama dengan UMI Foundation untuk menerapkan pembelajaran tambahan ini.

​“Kita mulai dengan membuat proyek bekerja sama dengan UMI Foundation. Kita ada delapan sekolah yang kita berikan setelah pembelajaran itu ditambah dua jam untuk pembelajaran Al-Quran,” ungkap Mulyono.

​Tambahan dua jam pelajaran Al-Quran ini diajar oleh guru-guru khusus yang direkrut dan diberikan honorarium langsung oleh Dinas Pendidikan. Respon awal dari program ini terbukti sangat positif.

​“Alhamdulillah responnya cukup bagus, hasil level cukup bagus. Maka tahun ini kita tingkatkan dari delapan menjadi 39 sekolah,” tegasnya.

​Peningkatan ini mencakup seluruh sekolah SD dan SMP Negeri di Sangatta Utara dan Selatan, terdiri dari 17 SD dan 6 SMP di Utara, serta 14 SD dan 3 SMP di Selatan.

​Untuk menjalankan program masif ini, Disdikbud akan merekrut tenaga pengajar dalam jumlah besar.

“Hari Senin besok ini sudah untuk seleksi guru-gurunya. Kita merekrut 160 guru untuk mengajar di 39 sekolah tadi,” papar Mulyono, dengan menjanjikan honorarium yang layak bagi para guru.

​Tujuan utama dari program ini tidaklah muluk-muluk, tetapi sangat fundamental. Mulyono ingin memastikan semua lulusan sekolah umum memiliki bekal agama yang kuat.

​“Saya ingin minimal anak-anak kita lulus SD atau SMP itu minimal membaca Al-Qurannya sudah fasih, baik dari makhorijul hurufnya, tajwidnya maupun tartilnya,” tandasnya.

​Selain itu, target minimal lainnya adalah agar anak-anak lulusan sekolah negeri ini mampu menghafal Juz 30, sebagai modal spiritual mereka.

​Ke depan, Disdikbud berencana untuk meningkatkan kualitas pengajaran agama secara keseluruhan, bahkan dengan menstandardisasi bacaan Al-Quran para guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

​“Insyaallah guru-guru PAI juga akan kita standarisasi bacaan Al-Qurannya,” tutup Mulyono.(kopi14/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini