Beranda Kutai Timur Kapolres Kutim Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Amanat Mensos Ajak Semangat Juang

Kapolres Kutim Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Amanat Mensos Ajak Semangat Juang

73 views
0

Momen Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto saat memimpin Upacara Hari Pahlawan. Foto: Bella/Pro Kutim

SANGATTA – Di bawah langit pagi yang cerah, halaman Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim) dipenuhi semangat kebangsaan. Ratusan peserta berdiri tegak mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi merah putih. Dalam hening yang khidmat, gema lagu kebangsaan menggema, seolah menyapa arwah para pejuang di pusara sunyi. Di tengah suasana haru dan kebanggaan itu, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025, Senin (10/11/2025) pagi.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”, sebagaimana amanat Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Saifullah Yusuf yang dibacakan dalam upacara tersebut. Amanat itu menggugah kesadaran bersama bahwa kemerdekaan yang kini dinikmati tidak datang dengan mudah, melainkan lahir dari cucuran darah, air mata, dan pengorbanan para pejuang bangsa.

Dalam amanatnya, Menteri Sosial menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai luhur perjuangan.

“Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” bunyi penggalan amanat tersebut.

Lebih lanjut, Menteri Sosial menyampaikan tiga teladan utama yang dapat diwarisi dari para pahlawan, yakni kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan pandangan jauh ke depan.

“Para pahlawan mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Ia lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan. Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan,” terang Mensos dalam amanatnya.

Mensos juga menegaskan bahwa setelah kemerdekaan diraih, para pejuang sejati tidak berebut jabatan, melainkan kembali ke tengah rakyat untuk mengabdi.

“Kehormatan sejati bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” tegasnya.

Dalam konteks masa kini, semangat perjuangan itu harus terus hidup. Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan bambu runcing, maka kini perjuangan dilanjutkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian.

Upacara berlangsung penuh khidmat dan ditutup dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan serta doa bersama untuk para pejuang bangsa. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa tanggung jawab menjaga kemerdekaan kini berada di tangan generasi penerus.

“Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam dengan bekerja, bergerak, dan berdampak,” tutupnya.

Upacara peringatan Hari Pahlawan di Kutim bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum menyalakan kembali api perjuangan dalam diri setiap anak bangsa. Semangat yang dulu membakar dada para pahlawan kini harus hidup dalam bentuk pengabdian, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama.

Dari Sangatta, pesan itu bergema yakni tanggung jawab mempertahankan kemerdekaan tidak berhenti pada generasi terdahulu, melainkan terus berlanjut di tangan kita semua. Sebagaimana para pahlawan telah menunaikan tugasnya dengan darah dan pengorbanan, kini giliran kita menjaga Indonesia dengan ketulusan, karya, dan semangat tanpa henti agar api perjuangan itu tak pernah padam.(kopi12/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini