Beranda Sosial & Kesehatan Posyandu di Kutim Kini Usung 6 SPM

Posyandu di Kutim Kini Usung 6 SPM

11 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat memberikan arahan dalam peresmian Posyandu Flamboyan. Foto:Bahtiar/Pro Kutim

SANGATTA – Transformasi besar tengah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam memperkuat fondasi pembangunan manusia. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang selama ini identik dengan kesehatan fisik, kini resmi dilebarkan fungsinya menjadi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Hal itu ditegaskan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat meresmikan gedung posyandu baru yakni Posyandu Flamboyan di Desa Singa Gembara Kecamatan Sangatta Utara, Rabu (25/2/2026). Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa posyandu adalah lembaga strategis yang manfaatnya telah dirasakan lintas generasi. Kini, peran tersebut semakin vital dengan integrasi enam urusan wajib.

“Posyandu sekarang bukan hanya soal kesehatan. Ada posyandu pendidikan, sosial, pekerjaan umum (PU), perkim (perumahan dan pemukiman), hingga ketertiban umum. Semuanya harus terintegrasi untuk membangun masyarakat yang sehat secara paripurna,” ujar Ardiansyah.

Dua bulan terakhir, posyandu di Kutim juga menjadi pintu masuk program unggulan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menyasar balita serta ibu hamil (bumil) sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam membangun pertumbuhan manusia yang sehat sejak dalam kandungan.

Bupati juga mengingatkan bahwa manusia yang sehat secara fisik dan lingkungan akan sanggup melampaui batas tantangan di sekitarnya.

Menariknya, Ardiansyah juga menyinggung hasil Rakornas di Sentul terkait program pemerintah pusat.

“Bapak Presiden Prabowo telah memproklamirkan konsep ‘gentengisasi’. Bangunan ke depan diharapkan seragam menggunakan genteng dan penuh warna-warni jika dilihat dari atas. Ini bagian dari kesehatan estetika lingkungan kita,” tambahnya.

Meski fasilitas fisik terus dipercantik dan kapasitas kader ditingkatkan melalui bimbingan teknis (bimtek), Bupati Ardiansyah memberikan catatan kritis soal partisipasi masyarakat. Ia ingin ada pergeseran paradigma yakni masyarakat datang ke posyandu karena butuh, bukan karena terpaksa.

“Sangat tidak elok kalau kader masih harus mendatangi rumah satu-satu sambil berteriak ‘ayo ke posyandu’. Itu kurang elok. Harusnya masyarakat hadir dengan penuh kesadaran,” sentilnya.

Namun, ia tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para kader yang selama ini bekerja dengan penuh keikhlasan sebagai “Aparatur Sipil Desa” meski pertemuan hanya dilakukan secara rutin berkala. Ia berharap gedung baru yang diresmikan ini ditata seasri mungkin agar warga merasa nyaman dan bangga memanfaatkannya.

“Manakala manusia sehat fisiknya, sehat lingkungannya, hingga sehat penataan sosialnya, barulah kita bisa bicara soal membangun masa depan bangsa yang kuat,” pungkasnya.(kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini