Beranda Kutai Timur Tiga Tahun Ponpes Al-Madinah Darul Hijrah, Perkuat Dahwah di Kutim

Tiga Tahun Ponpes Al-Madinah Darul Hijrah, Perkuat Dahwah di Kutim

62 views
0

Bupati Kutim menghadiri kegiatan Milad Ponpes Al-Madinah Darul Hijrah.Foto: Lintang/Pro Kutim

SANGATTA — Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Madinah Darul Hijrah, Kampung Singa Geweh menggelar peringatan Milad ke-3 pada Sabtu (9/5/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, pengasuh Ponpes Al-Fatah Temboro KH Ubaidillah Ahror, serta para alim ulama dan perwakilan pondok pesantren dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Dalam sambutannya, Pimpinan Ponpes Al-Madinah Darul Hijrah, Ustaz Muhammad Munir Abdillah, menceritakan awal mula berdirinya pondok pesantren tersebut yang berawal dari diskusi sederhana tentang pentingnya ilmu agama sebagai bekal kehidupan akhirat.

Ia mengatakan, gagasan mendirikan pesantren muncul sekitar tiga hingga empat tahun lalu bersama pembina yayasan, Muhammad Fitra Fernanda.

“Beliau bertanya bagaimana caranya mendekatkan diri kepada Allah. Saya jawab dengan thariqah ilmu. Kalau orang tidak punya ilmu, tidak akan bisa dekat dengan Allah. Akhirnya kami sepakat membuat pondok pesantren,” ujarnya.

Menurut Munir, saat awal berdiri kondisi lokasi pesantren masih berupa kawasan gelap dan sepi. Bahkan, pihaknya sempat bingung mencari masyarakat yang mau belajar agama di tempat tersebut.

Namun perlahan, kegiatan mengaji mulai berjalan dengan melibatkan pegawai di lingkungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Sebanyak 120 orang disebut mengikuti pembelajaran iqra dan amaliah keagamaan.

“Mulai tertib potong kuku sampai potong ayam, bahkan pelatihan mengurus jenazah juga ada,” katanya.

Munir berharap kehadiran KH Ubaidillah Ahror dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro dapat membawa keberkahan dan doa bagi perkembangan pesantren di Kutim.

Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasi atas berkembangnya pondok pesantren di Sangatta. Ia menilai keberadaan santri dan lembaga pendidikan agama memiliki peran penting menjaga kondisi sosial masyarakat.

“Tidak ada yang paling dikhawatirkan kepala daerah apabila daerah yang dipimpinnya kacau dan banyak maksiat. Mudah-mudahan dengan hadirnya santri di mana-mana memberikan manfaat kepada masyarakat,” ucap Ardiansyah.

Dalam kesempatan itu, Ardiansyah juga mengapresiasi peran Muhammad Fitra Fernanda yang dinilai telah meninggalkan amal jariyah melalui pembangunan pesantren.

“Beliau menitip sebuah karya yang insyaallah pahalanya tidak akan berhenti, karena digunakan orang untuk menuntut ilmu,” katanya.

Selain itu, Ardiansyah berharap Sangatta dan Kutim mendapat keberkahan dari kehadiran para ulama dan santri yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Berkah itu bertambahnya kebaikan. Mudah-mudahan Kota Sangatta mendapat keberkahan dari Allah SWT,” tutupnya.(kopi17/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini