Beranda Kutai Timur Ardiansyah-Mahyunadi Apresiasi Operasi Saber Bersinar di Kutim, Dukung Lawan Narkoba

Ardiansyah-Mahyunadi Apresiasi Operasi Saber Bersinar di Kutim, Dukung Lawan Narkoba

17 views
0

Barang sitaan Operasi Saber Bersinar. Foto: Istimewa 

SANGATTA – Di tengah lintasan jalan poros Samarinda-Berau yang biasa dilalui kendaraan antarkota dan truk logistik, operasi senyap itu bergerak nyaris tanpa bunyi. Dua mobil melaju beriringan di wilayah Kombeng, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim). Satu kendaraan diduga menjadi penyapu jalur atau sweeper, sementara mobil lain mengangkut muatan yang belakangan diketahui bernilai genting bagi keselamatan publik. Lebih dari 92 kilogram sabu dan ribuan cartridge vape mengandung etomidate.

Pengungkapan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama jajaran kepolisian itu kemudian menjelma salah satu penindakan terbesar dalam Operasi Sapu Bersih Sindikat Narkoba atau Saber Bersinar 2026. Empat orang berinisial IP, RA, RM, dan MA ditangkap dalam operasi yang telah dirancang sejak April 2026 tersebut.

Pelaksana Tugas Deputi Pemberantasan BNN RI Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan menjelaskan, jaringan yang dibongkar merupakan bagian dari sindikat lintas pulau yang diduga dikendalikan buronan berinisial M Fathurahman alias Maboy. 

“Para pelaku menggunakan dua unit mobil yang berjalan beriringan. Ada yang bertindak sebagai pengawal dan satu mobil mengangkut narkoba,” ujar Roy Hardi sebagaimana dikutip sejumlah media nasional.

Dari penggeledahan, petugas menyita 92.127 gram sabu atau sekitar 92,1 kilogram, serta 1.000 cartridge vape yang mengandung etomidate sebanyak 1.000 mililiter. Barang haram itu disebut hendak diedarkan ke sejumlah wilayah di Indonesia. Modus operandi yang digunakan terbilang rapi dan berlapis. Paket sabu disembunyikan di dalam koper dan kotak yang dilapisi plastik hitam. Pergerakan kendaraan dilakukan secara simultan untuk mengelabui petugas dan memantau kemungkinan penyergapan di jalur lintas antardaerah. Pengungkapan di Kutim menjadi bagian dari operasi nasional yang turut menyasar berbagai wilayah lain, mulai Aceh, Sumatera Barat, Jakarta, Kepulauan Riau, hingga Sulawesi. Secara nasional, BNN RI menangkap 31 tersangka dengan total nilai ekonomi barang bukti mencapai Rp211,4 miliar.

Di tengah gaung keberhasilan operasi tersebut, apresiasi datang dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim). Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut pengungkapan jaringan narkotika lintas wilayah itu sebagai capaian luar biasa. Menunjukkan kesungguhan negara dalam menjaga masyarakat dari ancaman narkoba.

“Saya, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia bersama Polres Kutai Timur dan seluruh unsur Kepolisian Republik Indonesia atas keberhasilan mengungkap jaringan besar peredaran narkotika lintas wilayah,” ujar Ardiansyah dalam keterangannya.

Ia menilai keberhasilan aparat membongkar jaringan yang diduga beroperasi di Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Pulau Jawa menjadi penanda bahwa pemberantasan narkotika tidak berhenti pada penangkapan kurir semata. Melainkan merambah hingga jejaring yang lebih luas.

“Keberhasilan ini menjadi pesan kuat bahwa negara hadir dan tidak akan memberi ruang bagi para pelaku kejahatan narkotika yang merusak masa depan bangsa,” katanya.

Ardiansyah juga menyampaikan penghargaan kepada Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto beserta tim gabungan yang terlibat dalam Operasi Saber Bersinar 2026. Menurut dia, kerja aparat yang berlangsung tanpa lelah itu layak diapresiasi karena menyangkut keselamatan generasi mendatang.

Nada serupa disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Kutim Mahyunadi. Ia menyebut penyitaan puluhan kilogram sabu dan cartridge vape mengandung etomidate sebagai bukti konkret komitmen aparat dalam menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba demi menjaga keamanan dan masa depan masyarakat Kutai Timur,” ujar Mahyunadi.

Di luar angka sitaan dan daftar tersangka, operasi ini memperlihatkan satu perkara yang lebih mendalam, hawa peredaran narkotika kini bergerak dengan pola yang semakin canggih, lintas gugus wilayah, dan menyusup melalui jalur-jalur yang selama ini menjadi denyut ekonomi antardaerah. Kaltim yang tengah bertumbuh sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), turut menghadapi risiko menjadi lintasan empuk perdagangan narkotika.

Karena itu, seruan Pemkab Kutim agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar menjadi relevan. Bukan semata tugas aparat, melainkan ihwal kewaspadaan kolektif. Di tengah geliat pembangunan dan pertumbuhan kawasan, ancaman narkoba kerap datang tanpa bunyi, menyusup pelan, merusak diam-diam. Operasi Saber Bersinar 2026 setidaknya menunjukkan bahwa negara masih menyalakan kewaspadaan itu. Di jalan poros yang sunyi, di antara koper dan kotak berlapis plastik hitam, aparat menemukan bukan hanya barang bukti, melainkan pula ancaman terhadap masa depan generasi muda yang nyaris melintas tanpa terdeteksi. (kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini