Beranda Kutai Timur Kanjet Lemada Lasan, Tarian Pembuka Pesta Panen untuk Keberkahan

Kanjet Lemada Lasan, Tarian Pembuka Pesta Panen untuk Keberkahan

38 views
0

Tiga penari Kanjet Lemada Lasan, tarian pembuka syukuran Pesta Panen Mecaq Undat 2026 di Desa Persiapan Tepian Budaya, Kecamatan Bengalon. (Fuji Pro Kutim).

BENGALON – Langit cerah menaungi Desa Persiapan Tepian Budaya, Kecamatan Bengalon, Kamis (4/6/2026). Di sebuah kawasan yang menjadi ruang berkumpul masyarakat, bunyi alat musik tradisional Dayak bergema perlahan, mengiringi langkah tiga penari yang bergerak khidmat di hadapan para tamu dan warga yang hadir.

Sebelum rangkaian utama Syukuran Pesta Panen Mecaq Undat 2026 dimulai, panitia lebih dahulu menghadirkan sebuah tarian adat yang sarat makna. Bukan semata pertunjukan budaya, melainkan bagian dari tradisi yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Dayak Kenyah. Tarian itu bernama Kanjet Lemada Lasan. Setibanya di lokasi kegiatan, Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Mahyunadi menerima sambutan adat. Ia dikalungi manik-manik khas Dayak dan dikenakan topi tradisional sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang hadir mewakili Bupati Kutim.

Namun perhatian para hadirin segera tertuju ke arena pertunjukan. Tiga penari, terdiri atas dua laki-laki dan satu perempuan, memasuki area pentas. Gerak mereka perlahan namun mantap, berpadu dengan irama alat musik tradisional yang mengalun di bawah langit Bengalon yang teduh.

“Kanjet Lemada Lasan dalam tradisi Dayak Kenyah memiliki arti membersihkan halaman. Tarian ini lazim ditampilkan pada awal pelaksanaan upacara adat. Maknanya tidak berhenti pada pengertian harfiah, melainkan menjadi simbol pembersihan lokasi kegiatan dari roh jahat dan energi buruk, sekaligus menyingkirkan berbagai hambatan yang diyakini dapat mengganggu jalannya acara,” demikian narasi yang dibacakan pembawa acara menjelaskan tentang tarian tersebut.

Melalui ritual budaya tersebut, masyarakat berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar, tenteram, dan terhindar dari segala kendala. Karena itulah Kanjet Lemada Lasan ditempatkan sebagai pembuka upacara adat sebelum agenda lainnya dilaksanakan.

Dari atas panggung, Mahyunadi menyaksikan langsung tarian yang berlangsung sekitar lima menit itu. Di sampingnya hadir Kadis Pariwisata Kutim Mahriadi, Kadisdukcapil Kutim Jumeah, Camat Bengalon Harun Al Rasyid bersama perangkat kecamatan dan desa. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta ratusan warga setempat turut menjadi saksi berlangsungnya prosesi budaya tersebut.

Suasana yang tercipta terasa khusyuk sekaligus semarak. Setiap hentakan kaki penari dan setiap denting alat musik tradisional seakan menjadi penanda bahwa pesta panen bukan hanya perayaan hasil bumi, melainkan juga ungkapan syukur yang berjalin erat dengan nilai-nilai adat dan kearifan leluhur.

Usai Kanjet Lemada Lasan ditampilkan, panggung budaya kembali dihidupkan oleh sejumlah pertunjukan lain. Tarian Mojang Priangan hadir membawa nuansa berbeda dengan gerak yang luwes dan penuh keceriaan. Setelah itu, sebuah tarian tradisional Dayak kembali ditampilkan, melengkapi rangkaian pembukaan sebelum acara inti syukuran dimulai.

Pesta Panen Mecaq Undat sendiri menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat. Perayaan ini bukan hanya menandai keberhasilan musim tanam dan masa panen, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan warga untuk mempererat tali persaudaraan, menjaga warisan budaya, serta merawat identitas yang telah tumbuh bersama kehidupan masyarakat selama bertahun-tahun.

Di Desa Persiapan Tepian Budaya, tradisi itu tetap dirawat dengan penuh hormat. Di tengah perubahan zaman, tarian pembuka yang ditampilkan pada syukuran panen tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat masih menempatkan adat sebagai bagian penting dalam kehidupan bersama. Melalui gerak tari, bunyi musik tradisional, dan kebersamaan warga, tersampaikan satu harapan yang sama. Agar panen membawa keberkahan, kehidupan berjalan tenteram, dan kampung senantiasa berada dalam lindungan serta kemakmuran. (kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini