Beranda Kutai Timur Literasi Tanpa Batas, Perpustakaan Keliling Dispusip Kutim Hadir di Sekolah dan Ruang...

Literasi Tanpa Batas, Perpustakaan Keliling Dispusip Kutim Hadir di Sekolah dan Ruang Publik

5 views
0

Perpustakaan Keliling Kutim yang bisa didatangi masyarakat untuk membaca. Foto: Dok/Dispusip Kutim

SANGATTA – Membangun masyarakat yang gemar membaca tidak cukup hanya dengan menyediakan gedung perpustakaan. Akses terhadap buku dan bahan bacaan juga harus mampu menjangkau masyarakat hingga ke lingkungan tempat mereka beraktivitas. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) terus menghadirkan layanan perpustakaan keliling sebagai upaya memperluas akses literasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui layanan ini, buku tidak lagi menunggu pembaca datang ke perpustakaan, tetapi justru hadir lebih dekat di sekolah, ruang publik, taman bermain, hingga kawasan permukiman. Program tersebut menjadi salah satu strategi Dispusip Kutim untuk menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini sekaligus membangun masyarakat yang lebih cerdas, berwawasan, dan gemar belajar sepanjang hayat.

Pustakawan Dispusip Kutim, Beatrix Aprastia atau yang akrab disapa Tia, mengatakan layanan perpustakaan keliling terus dioptimalkan melalui jadwal rutin setiap Senin hingga Kamis dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

“Selama hari sekolah, layanan lebih banyak kami arahkan ke sekolah-sekolah karena mendukung program literasi 15 menit yang telah diterapkan. Banyak sekolah yang mengajukan permintaan, bahkan sebagian sudah menjadi mitra kolaborasi secara rutin,” ujarnya saat ditemui di Perpustakaan Dispusip Kutim, Kamis (2/7/2026) lalu.

Menurut Tia, ketika memasuki masa libur sekolah, sasaran layanan dialihkan ke berbagai ruang publik dan kawasan permukiman yang banyak dikunjungi anak-anak beserta keluarganya. Petugas aktif mendatangi taman bermain maupun lokasi-lokasi yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

Salah satu lokasi yang rutin menjadi tujuan layanan adalah kawasan Danau Polder Ilham Maulana Sangatta setiap Selasa. Selain itu, perpustakaan keliling juga hadir di sejumlah titik lainnya, termasuk Pasar Induk Sangatta, dengan mempertimbangkan aktivitas masyarakat agar layanan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami menyesuaikan kondisi di lapangan. Biasanya petugas mulai beroperasi sekitar pukul 08.30 Wita dan memilih waktu ketika masyarakat sedang banyak beraktivitas sehingga koleksi bacaan benar-benar dimanfaatkan,” jelasnya.

Di balik semangat tersebut, Dispusip Kutim masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan armada operasional. Saat ini hanya tersedia dua unit mobil perpustakaan keliling yang telah berusia lebih dari lima hingga sepuluh tahun. Kondisi itu membuat jangkauan pelayanan belum mampu menjangkau seluruh wilayah Kutai Timur yang memiliki cakupan geografis sangat luas.

“Kami sebenarnya ingin menjangkau lebih banyak wilayah. Permintaan dari sekolah cukup tinggi, tetapi armada yang tersedia masih terbatas sehingga jadwal pelayanan harus diatur secara bergantian,” katanya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan sarana, Dispusip Kutim tetap berkomitmen menjaga kesinambungan layanan. Sebab, literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan pintu masuk untuk membangun pola pikir kritis, memperluas wawasan, meningkatkan kreativitas, hingga memperkuat kualitas sumber daya manusia yang menjadi modal utama pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dispusip Kutim, Kamariah, mewakili Kepala Dispusip Ayub, menegaskan bahwa perpustakaan keliling merupakan salah satu strategi pemerataan layanan literasi agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses ilmu pengetahuan.

Menurutnya, kehadiran perpustakaan keliling di sekolah, ruang publik, hingga lingkungan permukiman membuat masyarakat tidak harus datang ke gedung perpustakaan untuk memperoleh berbagai koleksi bacaan. 

Sebaliknya, layanan perpustakaan hadir langsung di tengah masyarakat sehingga budaya membaca dapat tumbuh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ke depan, Dispusip Kutim berharap dukungan terhadap penguatan sarana dan prasarana perpustakaan keliling terus meningkat. Penambahan armada akan membuka peluang menjangkau lebih banyak kecamatan dan desa, sehingga pemerataan akses informasi dan pengetahuan dapat terwujud secara lebih luas.

Dengan semakin mudahnya masyarakat memperoleh bahan bacaan, diharapkan budaya literasi di Kutai Timur terus berkembang. Sebab, setiap buku yang dibaca bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan mimpi, membuka peluang, dan menjadi bekal penting dalam mencetak generasi Kutai Timur yang unggul, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan masa depan.(kopi8/kopi13/kopi4)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini