Beranda Kutai Timur Penyediaan Listrik dan Air Bersih Segera Tuntas di Marukangan, Pengawasan Narkoba Diperketat

Penyediaan Listrik dan Air Bersih Segera Tuntas di Marukangan, Pengawasan Narkoba Diperketat

16 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di sela-sela kegiatan menghadiri ritual adat Belian Kutai Pantun Erau Embuang Panas Pelas.Foto: Irfan/Pro Kutim

SANDARAN – Angin segar berhembus bagi warga Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran. Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, memastikan bahwa persoalan dasar seperti akses kelistrikan dan air bersih di wilayah tersebut akan segera tuntas dalam waktu dekat. Hal tersebut disampaikannya di hadapan ratusan masyarakat saat menghadiri rangkaian kegiatan menghadiri ritual adat Belian Kutai Pantun Erau Embuang Panas Pelas di Desa Marukangan Kecamatan Sandaran, Kamis (6/8/2026).

Di sektor kelistrikan, Ardiansyah menjelaskan bahwa hambatan administratif terkait wilayah usaha yang sebelumnya tertahan kini telah rampung. Berkat dukungan suplai daya (excess power) dari PT BMA serta koordinasi intensif dengan pihak PLN, infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut ditargetkan dapat segera menyala tahun ini.

“Banyak tiang-tiang listrik yang sudah terpasang. Tinggal beberapa jalur lagi yang akan terpasangi dan tiangnya tinggal menyambung. Mudah-mudahan dalam waktu dekat Desa Marukangan juga sudah tidak lagi gelap,” ujar Ardiansyah disambut antusias warga.

Meski demikian, Bupati mengingatkan masyarakat agar kooperatif apabila nantinya pihak PLN meminta pemangkasan pohon di sekitar jalur kabel demi keamanan dan kestabilan daya. Ia menegaskan bahwa pembersihan jalur jaringan tersebut murni untuk kepentingan bersama dan tidak ada skema ganti rugi tanam tumbuh bagi pohon yang mengganggu jaringan listrik.

Selain listrik, pemerintah daerah juga langsung mengarahkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk segera merumuskan teknis penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga menyusul ketersediaan embung di wilayah tersebut.

Di luar isu infrastruktur, Bupati Ardiansyah menyampaikan atensi serius terhadap ancaman peredaran gelap narkoba yang kian mengkhawatirkan di Kutim. Ia membeberkan bahwa kapasitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bontang saat ini telah mengalami kelebihan muatan (overcrowded) hingga hampir 2.000 narapidana, di mana 60 persennya berasal dari Kutim dan separuhnya tersangkut kasus narkoba.

Mengingat kondisi tersebut, Ardiansyah meminta kepala desa bersama aparat dan manajemen perusahaan perkebunan swasta yang beroperasi di sekitar wilayah operasional untuk meningkatkan pengawasan secara berkala terhadap para karyawannya. Ia bahkan mendukung penuh langkah tes urine mendadak yang diinisiasi di tingkat desa untuk memutus mata rantai penyalahgunaan barang haram tersebut.

“Kita berharap perusahaan selalu melakukan monitoring terhadap para pekerja kebunnya, baik manajemen, karyawan tetap, maupun tenaga lapangan. Narkoba ini tidak hanya merusak kesehatan dan kejiwaan, tetapi juga menghancurkan tatanan sosial kemasyarakatan,” tegasnya.

Menutup arahannya, di tengah keterbatasan anggaran daerah yang diibaratkannya sebagai “terjun tiruk”, Bupati tetap mengapresiasi seluruh pihak, termasuk perusahaan swasta, yang terus bersinergi membantu pembiayaan dan menyukseskan pelestarian tradisi adat serta budaya Kutai di Desa Marukangan.(kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini