Beranda Kutai Timur Dari Gawai ke Pasar, UMKM Sangatta Belajar Menjemput Pembeli

Dari Gawai ke Pasar, UMKM Sangatta Belajar Menjemput Pembeli

14 views
0

Kegiatan Urang Sengata Berdaya 2026. Foto: Istimewa 

SANGATTA – Di tengah derasnya arus digital yang mengubah cara masyarakat berbelanja, puluhan pelaku usaha mikro di Sangatta memilih tidak tinggal diam. Mereka berkumpul di Rumah Adat Kutai Sengata, Jalan Ringroad, Sangatta Utara, Selasa, (23/6/2026), untuk mempelajari satu hal yang kini menjadi penentu daya saing usaha: bagaimana menjual produk lebih efektif melalui telepon genggam.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Urang Sengata Berdaya (USB) Batch II. Sebuah program pemberdayaan ekonomi yang lahir dari kolaborasi Local Business Development (LBD) Kaltim Prima Coal (KPC), Lembaga Adat Kutai Sengata, Lembaga Adat Besar Kutai Sengata, serta komunitas Koperasi Insan Tangguh Sejahtera (KiTS) Sangatta.

Pada sesi kali ini, tim Media Relation-Public Communication KPC hadir sebagai pemateri dengan mengangkat tema “Jualan Makin Laris dari Hand Phone (HP), Kenali Target Pasar”. Materi tersebut dirancang untuk memperkenalkan strategi pemasaran digital yang mudah diterapkan oleh pelaku usaha ultra mikro yang sedang berupaya meningkatkan skala usahanya.

Acara dihadiri Superintendent LBD KPC Faizal yang didampingi CDO LBD Wiji Resmiati dan Rober Soebandy, Ketua Panitia Lucy Dwi Agustin, serta pengurus KiTS Sangatta. Mewakili GM ESD KPC Wawan Setiawan, Faizal menjelaskan bahwa USB Batch II berfokus pada penguatan kapasitas pelaku usaha ultra mikro agar mampu bertumbuh menuju level mikro. Program tersebut diikuti 40 peserta yang terdiri atas 15 peserta dari Lembaga Adat Besar Kutai Sengata, 10 peserta dari Lembaga Adat Kutai Sengata, dan 15 peserta dari Persatuan Purnabakti Karyawan (PPK) KPC. 

Tidak hanya mengikuti pelatihan di ruang kelas, para peserta juga akan menjalani 12 kali pertemuan serta pendampingan berkelanjutan oleh KiTS setelah menyelesaikan tiga sesi kelas kewirausahaan. Proses pembinaan itu dirancang berlangsung selama satu tahun ke depan agar peserta memperoleh ruang belajar yang lebih panjang dan berkesinambungan. Menurut Faizal, sesi yang menghadirkan tim Media KPC merupakan bagian dari tahapan mentoring lanjutan setelah peserta menyelesaikan kelas kewirausahaan.

“Semoga, pelatihan hari ini yang dibawakan oleh tim Media KPC dapat memberikan manfaat, ilmu baru serta informasi tambahan sehingga dapat memacu ide dan kreatifitas dalam pembuatan konten menarik seputar pemasaran produk di sosial media. Dengan harapan dapat berdapak positif guna peningkatan omset pendapatan dan penjualan para pengusaha UMKM sekaligus membantu upaya Pemerintah dalam peningkatan ekonomi masyarakat lokal Kutim yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Faizal.

Dalam sesi pelatihan tersebut, empat pemateri dari Tim Media KPC, yakni Egidyah Jihananda (Jihan), Rafaela Geralda, Bella Alda Ma Yanti, dan Fadhlan Dabith, membagikan berbagai pengetahuan praktis mengenai pemasaran digital.

Peserta diajak memahami pentingnya mengenali target pasar sejak awal. Menurut para pemateri, mengetahui siapa pembeli produk atau jasa akan memudahkan pelaku usaha menentukan langkah promosi berikutnya, mulai dari memilih platform penjualan hingga menyusun caption atau deskripsi produk yang lebih tepat sasaran. Jihan menekankan bahwa pemasaran digital tidak selalu membutuhkan peralatan mahal. Dalam praktik pembuatan konten, kualitas foto produk tidak semata-mata ditentukan oleh harga telepon genggam yang digunakan.

Hal yang lebih penting, menurut dia, adalah memperhatikan sudut pengambilan gambar atau angle (sisi pengambilan objek) serta pencahayaan agar produk terlihat jelas dan menarik perhatian calon konsumen. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada teknik menulis caption yang ringkas namun persuasif, tanpa kehilangan informasi penting mengenai produk yang ditawarkan. Materi lain yang turut dibahas ialah pemanfaatan SEO (Search Engine Optimization atau optimasi mesin pencari) untuk memperluas jangkauan konten sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat.

Konsistensi dalam mengunggah dan mempromosikan produk juga menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan kepada peserta. Di tengah persaingan yang semakin rapat, keberlanjutan promosi dinilai menjadi kunci agar produk tetap dikenal dan diingat pasar.

Bagi sebagian peserta, materi tersebut membuka cakrawala baru. Salah satunya Siti Rahmah, pemilik usaha “Ikan Kering Kios Rahma” yang telah beroperasi sejak 2018.

Perempuan berusia 29 tahun yang tinggal di Teluk Lingga, Sangatta Utara, itu mengaku bersyukur dapat terpilih mengikuti program pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM yang digagas KPC. Selama ini, ia mengandalkan penjualan langsung di Pasar Sangatta Selatan. Cara tersebut membuat ruang pertumbuhan usahanya terbatas karena belum didukung pemanfaatan media sosial secara optimal.

Siti mengakui dirinya belum begitu akrab dengan dunia pemasaran digital. Karena itu, materi yang disampaikan tim Media KPC dinilai sangat membantu untuk meningkatkan kemampuan memasarkan produk sekaligus memperluas peluang penjualan.

“Terima kasih KPC yang telah memberikan kesempatan kepada para pengusaha UMKM lokal guna meningkatkan kapasitas dan kualitas dalam menunjang usaha. Semoga KPC sukses dan keberadaannya memberikan manfaat yang berdampak positif untuk masyarakat khususnya di Kutai Timur,” kata Siti.

Melalui pendampingan yang berlangsung selama setahun, Program USB Batch II tidak hanya berupaya meningkatkan keterampilan teknis pelaku usaha, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri mereka untuk memasuki ruang niaga digital. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada layar gawai, kemampuan membaca pasar dan memanfaatkan teknologi menjadi bekal penting agar usaha kecil tidak tertinggal dalam arus perkembangan zaman. (*/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini