Mesin pencetak botol air Sanggataqua di Pabrik AMDK Perumdam TTB Kutim.Foto: Irfan/Pro Kutim
SANGATTA — Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman didampingi Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Suparjan meninjau langsung proses uji coba pencetakan botol produk air minum dalam kemasan (AMDK) lokal, Sangattaqua, berukuran 330 ml dan 600 ml di lokasi Pabrik AMDK milik Perumdam TTB Kutim di Jalan Papa Charlie Kabo Jaya, Selasa (30/6/2026).
Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan infrastruktur produksi sebelum produk air minum milik daerah tersebut dilempar secara massal ke pasaran.

Dalam kunjungannya, Ardiansyah menyatakan rasa optimistisnya terhadap kesiapan teknis operasional. Ia pun meminta pihak Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua untuk tidak lagi menunda-nunda proses produksi demi memenuhi tingginya permintaan pasar yang kian meningkat.
“Alhamdulillah kita sudah siap sebenarnya. Permintaan pasar juga sudah banyak. Selain itu, saya juga sudah perintahkan untuk terus mencari peluang pasar baru yang lebih luas,” ujar Ardiansyah kepada wartawan.

Selain fokus pada kemasan botol, Bupati Kutim juga memberikan atensi khusus pada tren pengurangan sampah plastik sekali pakai. Menanggapi perubahan gaya hidup di sektor perhotelan dan perkantoran yang kini lebih banyak memanfaatkan dispenser, Ardiansyah menginstruksikan manajemen untuk segera mempersiapkan lini produksi air kemasan galon secara massal.
“Sekarang ini terkait dengan pembatasan penggunaan plastik. Kita lihat di hotel dan kantor-kantor, sebagian besar sudah menggunakan galon dan dispenser, tidak lagi menaruh botol di kamar-kamar. Ini maknanya, produksi air galon sudah saatnya dikejar,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Perumdam TTB Kutim Suparjan terkait kesiapan mesin untuk varian galon, manajemen melaporkan bahwa pengadaan direncanakan masuk dalam anggaran tahun depan.
“Sementara untuk varian botol, proses uji coba pencetakan dinilai telah berjalan dengan sangat baik, meski bahan baku berupa biji plastik saat ini masih didatangkan dari Surabaya demi menjaga efisiensi operasional,” tegasnya.

Ditambahkan Suparjan, mesin pencetak botol Sangattaqua diklaim memiliki kapasitas produksi yang cukup tinggi, yakni mampu menghasilkan hingga 2.000 botol per jam.

“Manajemen memastikan bahwa produksi massal akan langsung berjalan begitu pasokan bahan baku botol tiba dalam waktu dekat,” terangnya.
Selanjutnya, ia berharap kehadiran Sangattaqua dalam berbagai varian ukuran ini nantinya tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik Kutai Timur, tetapi juga menjadi produk kebanggaan daerah yang berdaya saing tinggi.(kopi13/kopi3)






























