Beranda Entertainment Disdikbud dan Dispar Kutim Sinergi Lestarikan Erau Marukangan

Disdikbud dan Dispar Kutim Sinergi Lestarikan Erau Marukangan

22 views
0

Pembukaan Pesta Adat Erau Embuang Panas Pelas 2026. Foto : Nasruddin/Pro Kutim

SANDARAN – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat sinergi lintas organisasi perangkat daerah untuk mendukung pelestarian budaya melalui Pesta Adat Erau Embuang Panas Pelas 2026. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran, Kamis (6/8/2026), menjadi wujud sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim dalam menjaga tradisi sekaligus mengembangkan potensi wisata budaya.

Rangkaian pesta adat yang telah menjadi agenda tahunan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim Ilham, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kutim Akhmad Rifanie, Pemangku Adat Kutai, perwakilan perusahaan, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi untuk mengikuti prosesi pembukaan hingga pertunjukan seni budaya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim Ilham mengatakan, dukungan terhadap penyelenggaraan Erau Marukangan telah diberikan secara berkelanjutan selama beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.

“Pesta adat Erau di Marukangan ini, kami dari Bidang Kebudayaan memberikan support yang sudah berjalan beberapa tahun. Harapan kita bahwa support ini terus bisa berlanjut, mungkin di tahun depan,” ujar Ilham.

Menurut dia, dukungan tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menempatkan kebudayaan sebagai salah satu pilar pembangunan.

Ilham menilai seni budaya dan adat istiadat merupakan identitas daerah yang perlu terus dijaga agar dapat menjadi modal pembangunan sekaligus memperkuat karakter masyarakat.

“Dalam pelestarian kebudayaan sebagaimana Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, itu bisa terus kita jadikan sebagai modal pembangunan seperti yang disampaikan oleh Bapak Bupati. Bahwa kebudayaan, seni budaya, adat istiadat itu menjadi modal utama untuk pembangunan,” katanya.

Ia berharap dukungan anggaran bagi kegiatan pelestarian budaya tetap menjadi perhatian pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Harapan kita, penganggaran-penganggaran berikutnya ini bisa juga tetap diberikan melalui APBD Kabupaten Kutim” ucapnya.

Di sisi lain, Dinas Pariwisata Kutim turut mengambil peran dalam memperluas promosi kegiatan. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kutim Akhmad Rifanie menjelaskan, meski dukungan anggaran berada di Bidang Kebudayaan, Dispar berkontribusi melalui publikasi dan promosi kepada masyarakat.

“Anggaranya memang berada di bidang Kebudayaan Disdikbud, tapi kami tetap bantu backup melalui promosi-promosi. Supaya mengajak masyarakat, ‘Ayo kita lihat ke Marukangan.’ Kita share-share informasi di media sosial juga,” kata Rifanie.

Menurut dia, sinergi antarpemangku kepentingan menjadi strategi penting untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya di Kutim, terutama pada berbagai agenda budaya yang digelar di daerah.

“Kita tetap sinergi dengan Kebudayaan terus, termasuk nanti beberapa event ke depan kita juga kolaborasi,” ujarnya.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap Pesta Adat Erau Embuang Panas Pelas tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisata, menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat, dan memperkuat identitas budaya Kecamatan Sandaran.(kopi14/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini