Beranda Kutai Timur Kutim Padat Event Budaya Akhir Tahun 2025

Kutim Padat Event Budaya Akhir Tahun 2025

58 views
0

Kepala Disdikbud Kutim Mulyono. Foto: Bagus Prokutim

SANGATTA – Bersamaan dengan penutupan Festival Magic Land Kutim 2025 pada Minggu (16/11/2025) malam di Polder Ilham Mualana, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim mengumumkan serangkaian kegiatan besar yang akan memadati kalender daerah hingga akhir tahun 2025. Rangkaian event ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk terus menggali dan memajukan khasanah seni, budaya, dan literasi.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyampaikan bahwa event terdekat yang akan dilaksanakan adalah Pameran Budaya Sejarah Islam dari Arab hingga Kutim. Kegiatan ini akan dimulai hari ini dan berlanjut besok di Masjid Agung Al Faruq diisi dengan seminar dan berbagai lomba keagamaan seperti Hapsi dan Mawaran, yang bertujuan untuk menceritakan peradaban Islam hingga sampai di Kutim.

Selanjutnya, pada Jumat, 21 November 2025, akan dilaksanakan pembukaan Festival Pesona Budaya Kutim di Alun-alun Bukit Pelangi. Festival ini menjadi wadah untuk menampilkan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Kutim dan rencananya akan ditutup pada Minggu malam, 23 November 2025, di lokasi yang sama.

Pada hari yang sama, Minggu, 23 November 2025, masyarakat juga akan disuguhkan acara adat yaitu Erau Adat Basap yang akan dilaksanakan di Desa Kerayaan Bilas Sangkulirang.

Di penghujung bulan, Kutim akan menggelar kampanye antinarkoba melalui seni. Festival Musik Anti Narkoba dijadwalkan dibuka pada Jumat malam, 28 November 2025, di Eks Terminal Desa Sepaso, Bengalon, dan akan ditutup dua hari kemudian, pada Minggu, 30 November 2025.

Agenda terpenting yang menutup tahun adalah Festival Literasi Daerah, yang akan berlangsung mulai akhir November hingga 4 Desember 2025. Mulyono menyebutkan, event ini bertujuan untuk meningkatkan minat membaca dan menulis, dan akan melibatkan peserta dalam jumlah yang fantastis.

“Festival Literasi Daerah akan melibatkan 13.000 siswa dan siswi SD dan SMP se-Kutim. Ini kemungkinan besar akan mencapai rekor MURI dengan jumlah peserta terbanyak,” ungkap Mulyono. Pemenang utama dari festival ini bahkan akan diikutsertakan dalam Festival Literasi Nasional di Jakarta.

Bupati Ardiansyah Sulaiman sendiri telah menegaskan bahwa dorongan terhadap berbagai event seni, budaya, dan olahraga merupakan strategi untuk menjadikan kekayaan lokal sebagai modal daerah yang luar biasa, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kutim.(kopi5/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini