Beranda Kutai Timur Lewat Magic Land Kutim 2025, Bupati Dorong Sektor Padat Karya Lebih Berkembang

Lewat Magic Land Kutim 2025, Bupati Dorong Sektor Padat Karya Lebih Berkembang

61 views
0

Bupati Ardiansyah saat memberikan arahan di Festival Magic Land Kutim. Foto: Bagus/Pro Kutim

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, menggunakan momentum penutupan Festival Magic Land pada Minggu (16/11/2025) malam untuk menyoroti struktur perekonomian daerah yang masih sangat bergantung pada sektor pertambangan. Ia mendorong masyarakat untuk mengalihdayakan fokus ke sektor-sektor non-tambang sebagai wujud nyata dari “Keajaiban Kutim”.

Dalam sambutannya di Polder Ilham Maulana, Bupati Ardiansyah menjelaskan bahwa meskipun Kutim memiliki Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) yang luar biasa dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Kalimantan Timur, angka tersebut masih didominasi oleh pertambangan.

“PDRB atau Pendapatan Domestik Regional Bruto Kutim itu masih dikuasai oleh pertambangan, 80 persen. Artinya, tingkat pertumbuhan ekonomi Kutim masih dipengaruhi oleh pertambangan,” tegas Bupati.

Menurutnya, Kutim memiliki potensi kekayaan alam dan sejarah yang jauh lebih luas dari sekadar komoditas tambang seperti batu bara, minyak, dan biji besi. Potensi lain yang dimiliki, seperti kelautan, pantai, perkebunan, hingga khasanah seni dan budaya, harus diolah untuk memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian lokal.

Oleh karena itu, filosofi di balik Festival Magicland Kutim adalah meyakinkan masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Bupati secara khusus mendorong sektor padat karya, alih-alih hanya berfokus pada investasi padat modal.

“Bukan sesuatu yang muluk-muluk kalau saya mendorong UMKM, kalau saya mendorong home industry, kalau saya mendorong kelompok tani, kalau saya mendorong kelompok darwis, untuk hadir di dalamnya, dan menempatkan manfaat sebesar-besarnya dari alam yang ada di Kutim” pungkasnya.

Dorongan ini diiringi dengan perintah kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk terus menggali kekayaan sejarah lokal, mulai dari jejak Kerajaan Kutai tertua hingga artefak-artefak yang membuktikan adanya peradaban kuno di Kutim. Bupati berharap, dengan mengoptimalkan seluruh potensi ini, Kutim dapat terus memperkaya khasanah budaya dan ekonomi yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(kopi5/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini