Beranda Kutai Timur FPB Kutim 2025 Komitmen Pembinaan Seni Tradisional

FPB Kutim 2025 Komitmen Pembinaan Seni Tradisional

55 views
0

Kadisdikbud Mulyono dalam sambutan di penutupan FPB Kutim 2025. Foto: Zaki/Pro Kutim

SANGATTA – Festival Pesona Budaya (FPB) Kutai Timur (Kutim) 2025 berhasil menyuguhkan keragaman atraksi seni dan budaya lokal, sekaligus merumuskan langkah strategis untuk pembinaan kesenian tradisional di masa depan. Selama tiga malam berturut-turut, warga Sangatta dihibur oleh berbagai penampilan yang memukau.

Ketua Panitia Kegiatan, Padliyansyah (Kabid Kebudayaan Disdikbud Kutim), melaporkan bahwa rangkaian kegiatan menampilkan aneka atraksi seni dan budaya, mulai dari seni pesisir, pedalaman, hingga kesenian nusantara yang ada di Kabupaten Kutim.

Malam penutupan pada Minggu (23/11/2025) malam di Lapangan Alun-alun Bukit Pelangi sendiri dimeriahkan oleh pertunjukan khas, termasuk Tari Hudoq Medang Sengeatteak dan penampilan Tarsul yang dibawakan oleh Zahud Fauzi Abror dan Nur Alya Anugerah Putri, yang memperkaya nuansa budaya klasik Kutai.

Lebih dari sekadar pertunjukan, FPB 2025 menjadi landasan bagi program pembinaan kesenian berkelanjutan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud), Mulyono menyampaikan program prioritas untuk tahun anggaran 2026.

“Kami laporkan juga bahwasanya untuk tahun 2026 ini sudah kita plotingkan untuk kegiatan pelatihan khususnya kepada para pelatih kesenian-kesenian tradisional seperti kesenian Jepen, Tingkilan, maupun juga Tarsul,” jelas Kadisdikbud Mulyono.

Program ini bertujuan untuk menciptakan pelatih-pelatih yang terstandarisasi dan memiliki kompetensi lebih, yang diharapkan dapat memberikan sumbangsih besar dalam kegiatan pembinaan di bidang kesenian tradisional, baik kesenian pesisir maupun pedalaman.

Kadisdikbud Mulyono juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pelestarian budaya dan kebutuhan masyarakat akan hiburan dan rekreasi.

“Kesenian-kesenian tradisional bisa lebih kita tampilkan, permainan-permainan tradisional bisa kita lebih galakkan, sehingga budaya kita tetap lestari. Dan tentunya juga hiburan juga perlu kita tingkatkan sebagai bentuk juga kita supaya seimbang,” ujar mantan Camat Rantau Pulung itu.

Komitmen ini diwujudkan dengan menghadirkan hiburan nasional di malam puncak. Warga yang merindukan event besar selama setahun terakhir dihibur tuntas oleh penampilan penyanyi Fanny Soegi, yang membawakan delapan lagu populer, ditutup dengan hits andalan Asmalibrasi.

Selain itu, apresiasi diberikan kepada talenta lokal melalui lomba. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Ketua TP-PKK Siti Robiah, menyerahkan secara langsung hadiah kepada para pemenang lomba fashion show berbahan limbah, yang menempatkan Keysha Adistia Amira sebagai juara pertama.

Melalui sinergi antara Disdikbud, para pegiat seni, dan event organizer, FPB 2025 berhasil menyelesaikan kegiatannya dengan baik, meletakkan dasar yang kuat untuk kemajuan pendidikan dan kebudayaan di Kutim.(kopi5/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini