Polres Kutim kedatangan murid TK ABA 1 dalam agenda outing class. Foto: Humas Polres Kutim
SANGATTA – Pagi yang cerah di Markas Komando (Mako) Polres Kutai Timur (Kutim) berubah menjadi penuh warna dan gelak tawa pada Kamis (15/1/2026). Puluhan siswa-siswi mungil dari Kelompok Bermain (KB) serta TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 Sangatta datang menyerbu kantor polisi. Kehadiran mereka bukan untuk urusan hukum, melainkan agenda outing class guna menyelami dunia kepolisian secara lebih mendalam.
Rombongan anak-anak yang mengenakan seragam khas sekolahnya itu didampingi oleh para guru pendamping. Kedatangan mereka disambut dengan senyum ramah oleh jajaran personel Polres Kutim yang telah bersiap memberikan edukasi interaktif. Program ini dirancang sedemikian rupa agar materi yang disampaikan mudah dicerna oleh anak usia dini.
Fokus utama dari kunjungan edukatif ini adalah untuk mendekatkan sosok polisi ke hati anak-anak. Selama ini, masih ada persepsi di kalangan sebagian masyarakat yang menggunakan sosok polisi untuk menakut-nakuti anak agar patuh. Melalui interaksi langsung ini, Polres Kutim ingin memutus rantai ketakutan tersebut.

Para siswa diperkenalkan dengan berbagai instrumen tugas kepolisian, di antaranya literasi lalu lintas dengan pengenalan simbol-simbol rambu jalan dengan cara yang menyenangkan, armada patroli anak-anak diberikan kesempatan untuk melihat dari dekat bahkan menaiki kendaraan dinas operasional, tugas pengayoman penjelasan sederhana mengenai peran polisi dalam menjaga keamanan lingkungan dan menolong warga yang kesulitan.
Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif sekolah yang membawa murid-muridnya berkunjung ke kantor polisi. Menurutnya, pendidikan karakter dan pengenalan profesi sejak dini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan warga negara yang sadar hukum.

“Kami menyambut hangat kehadiran adik-adik dari TK ABA 1 Sangatta. Lewat program Polisi Sahabat Anak ini, visi kami jelas membangun pola pikir bahwa polisi adalah kawan bermain dan pelindung yang menyenangkan, bukan sosok yang harus dijauhi,” ungkap AKBP Fauzan.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa dalam setiap canda tawa di sela kegiatan, pihaknya menyisipkan nilai-nilai moral yang fundamental. Kedisiplinan, keberanian, dan kejujuran menjadi pesan utama yang diharapkan dapat tertanam dalam benak para siswa sebagai bekal masa depan mereka.
Suasana semakin meriah saat anak-anak mencoba menyalakan sirine kendaraan patroli bawah bimbingan petugas. Rasa ingin tahu mereka yang besar terlihat dari rentetan pertanyaan lugu yang diajukan kepada para polisi yang bertugas. Pengalaman menyentuh langsung atribut kepolisian ini diharapkan menjadi memori positif yang menginspirasi anak-anak untuk bercita-cita tinggi.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan pembagian bingkiah kecil sebagai tanda persahabatan. Melalui langkah sederhana namun bermakna ini, Polres Kutim membuktikan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, termasuk bagi generasi paling muda di Sangatta, demi mewujudkan lingkungan yang harmonis dan edukatif.(*/kopi13)




























