Teks foto 1: Ratusan warga Sangatta Utara antri paket sembako murah
SANGATTA – Suasana Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Sangatta Utara pada Jumat (13/3/2026) tampak lebih ramai dari biasanya. Sejak pagi, warga berdatangan dengan kupon di tangan. Mereka menunggu giliran menebus paket sembako murah yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Sebanyak 2.238 paket sembako disediakan dalam kegiatan tersebut, menghadirkan bantuan nyata bagi masyarakat yang tengah menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk meredakan beban rumah tangga warga, sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah dinamika ekonomi menjelang Hari Raya.

Kegiatan pasar murah ini turut disaksikan Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, yang hadir di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) bersama Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Kehadiran mereka menandai perhatian pemerintah terhadap kondisi harga bahan pokok di lapangan.
Setiap paket sembako bernilai Rp100 ribu. Di dalamnya terdapat beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir, teh, satu rak telur, serta beberapa kebutuhan pokok lainnya yang lazim menjadi sandaran dapur keluarga. Bagi sebagian warga, paket tersebut menjadi penopang kecil namun berarti di tengah harga kebutuhan yang kian menanjak.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kutim, Nora Ramadani, menjelaskan bahwa pembagian kupon penerima dilakukan secara selektif. Prioritas diberikan kepada keluarga kurang mampu, keluarga dengan kasus stunting, serta warga yang belum pernah menerima bantuan serupa.
“Program sembako murah ini rutin kami lakukan setiap tahun. Satu kupon hanya berlaku untuk satu KTP, dan dalam satu keluarga maksimal bisa menebus dua paket, jika suami dan istri sama-sama memiliki kupon,” ujar Nora.
Menurut Nora, pemerintah daerah pada tahun ini mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk pelaksanaan program tersebut. Rinciannya, Rp4,5 miliar dialokasikan untuk penyediaan paket sembako, sedangkan Rp500 juta digunakan untuk biaya operasional kegiatan.

Namun dengan ketersediaan anggaran itu, pasar murah baru dapat dilaksanakan di enam kecamatan. Setelah pelaksanaan di Sangatta Utara, kegiatan serupa dijadwalkan berlanjut setelah Lebaran.
“Rencananya, setelah Sangatta Utara, kegiatan akan dilanjutkan setelah Lebaran di Bengalon dan Kaliorang, kemudian Kaubun, Karangan, serta Sandaran. Kalau nanti ada tambahan anggaran di pertengahan tahun, tentu akan kita upayakan di kecamatan yang belum,” pungkas Nora.
Bagi warga, program tersebut bukan sekadar agenda rutin pemerintah. Winarti Tuty (51), warga Tongkonan Rannu, merasakan langsung manfaatnya. Ia datang membawa kupon yang sebelumnya dibagikan kepada warga penerima.

Teks foto 2: Ibu Winarni Tuti yang antri tunggu paket sembako murah
“Alhamdulillah sangat membantu. Harga sembako sekarang lumayan mahal, jadi dengan adanya paket murah ini kami bisa sedikit menghemat pengeluaran rumah tangga,” ujarnya.
Wabup Kutim, Mahyunadi menegaskan, kegiatan pasar murah merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah daerah untuk membantu masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Teks foto 3: Wabup Mahyunadi Bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah
“Ke depan, kalau anggaran memungkinkan, program sembako murah ini bisa kita gratiskan sepenuhnya untuk masyarakat,” ujarnya.
Dengan tersedianya 2.238 paket sembako murah tersebut, warga Sangatta Utara memperoleh ruang bernapas yang sedikit lebih lapang dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Di tengah naik turunnya harga bahan pangan, langkah kecil ini menghadirkan secercah kelegaan. Sebuah isyarat bahwa pemerintah daerah tetap berikhtiar menjaga daya beli masyarakat. (kopi4/kopi3)































