SAMARINDA – Keheningan menyelimuti Samarinda pada Senin malam, (9/2/2026). Kabar duka datang dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (AWS). H Zubair bin H Arbie, sosok birokrat senior yang lama mengabdikan hidupnya untuk pelayanan publik di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), berpulang ke rahmatullah pada pukul 22.26 WITA. Almarhum wafat setelah beberapa waktu menjalani perawatan akibat kondisi kesehatan yang menurun.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.” Ungkapan duka itu bergema dari berbagai penjuru, termasuk dari Pemkab Kutim. Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, atas nama pribadi, keluarga, masyarakat, serta seluruh jajaran Pemkab Kutim, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum, yang juga merupakan suami dari Adji Farmila Rachmi.

“Semoga husnul khotimah, diterima amal ibadahnya dan diampuni dosa-dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman.
Ia juga memanjatkan doa, Allahummaghfirlahu warhamhu wa afihi wa’fu anhu (Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah segala kesalahannya. Dibarengi surah Al-Fatihah.
Almarhum H Zubair dikenal sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang menapaki karier dengan dedikasi panjang. Di lingkup Pemkab Kutim, ia pernah mengemban sejumlah amanah strategis. Beberapa di antaranya adalah Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kutim, yang kini bertransformasi menjadi Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kabupaten , hingga jabatan terakhir sebagai Staf Ahli Bupati Kutim bidang perekonomian, pembangunan dan keuangan.

Bagi rekan sejawat, almarhum bukan hanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau pejabat struktural saja. Ia dikenang sebagai pribadi dengan karakter khas, lugas, ceplas-ceplos, namun mudah bergaul dan hangat dalam pergaulan. Gaya bicaranya yang apa adanya kerap menjadi penanda kehadirannya dalam forum-forum kerja, tanpa mengurangi kesungguhan dalam menjalankan tugas. Pemkab Kutim menyadari betul kehilangan ini.

“Pemerintah daerah telah kehilangan salah seorang putra terbaik yang selama ini memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, sesuai kiprah dan pengabdiannya,” demikian disampaikan Bupati dalam suasana duka.
Karena berhalangan hadir secara langsung untuk bertakziah ke rumah duka di Perumahan Villa Tamara Kluster Andalusia Blok L Nomor 18, Jalan Wahab Sjahranie, Samarinda, Bupati Kutim mengutus Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Seskab Kutim, Trisno, sebagai perwakilan resmi pemerintah daerah. Kehadiran Trisno menjadi penanda empati institusional sekaligus jembatan doa dari pemerintah dan masyarakat Kutim kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Semoga almarhum meninggal dalam keadaan husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan selalu tabah,” ujar Trisno saat menyampaikan ucapan duka cita secara langsung.
Ia juga membawa salam dan doa dari seluruh jajaran Pemkab Kutim serta masyarakat. Tidak berhenti di situ, Trisno turut mengiringi jenazah hingga ke pusara terakhir.
Sesuai rencana, almarhum dimakamkan pada Selasa di pemakaman Muslimin Jalan Wahab Sjahranie Gang Walet, Samarinda. Kepergiannya meninggalkan jejak pengabdian yang tidak singkat dan kenangan yang membekas, bukan hanya di ruang-ruang birokrasi, tetapi juga di hati mereka yang pernah bekerja dan berinteraksi dengannya. Dalam duka yang lirih, Kutim menundukkan kepala, mengantarkan salah satu putranya kembali ke pangkuan Sang Khalik. (kopi3)

































