Beranda Kutai Timur Polres Kutim Tekankan Keselamatan Bukan Sekadar Kewajiban Hukum

Polres Kutim Tekankan Keselamatan Bukan Sekadar Kewajiban Hukum

98 views
0

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto saat memberikan keterangan pers. Foto: Humas Polres Kutim

SANGATTA – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur (Kutim) resmi memulai pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026. Agenda rutin ini digelar untuk memperkuat kesadaran masyarakat di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab moral bersama, bukan sekadar upaya menghindari sanksi hukum.

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya harus ditempatkan sebagai prioritas utama oleh setiap pengguna kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Ia menyoroti fakta di lapangan bahwa mayoritas insiden kecelakaan lalu lintas berakar dari kelalaian pengendara yang kerap mengabaikan aturan dasar keselamatan.

“Operasi Keselamatan Mahakam ini bertujuan untuk mengingatkan kembali masyarakat bahwa keselamatan adalah hal paling utama saat berkendara. Fokus kita bukan soal seberapa cepat kita sampai di tujuan, tetapi bagaimana memastikan semua pengguna jalan bisa pulang dengan selamat,” ujar AKBP Fauzan dengan tegas.

Berbeda dengan operasi penindakan yang kaku, Operasi Keselamatan Mahakam 2026 kali ini dirancang dengan pendekatan yang lebih luwes. Polres Kutim mengedepankan metode edukatif, persuasif, serta humanis guna memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat tentang urgensi tertib berlalu lintas.

Meski demikian, petugas di lapangan tetap akan mengawasi sejumlah pelanggaran kasat mata yang berpotensi membahayakan nyawa. Beberapa sasaran utama dalam operasi ini meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm standar (SNI), aksi melawan arus lalu lintas, penggunaan knalpot brong yang mengganggu kenyamanan publik, pengemudi mobil yang tidak menggunakan sabuk pengaman dan penggunaan ponsel saat berkendara yang kerap memecah konsentrasi.

Lebih lanjut, AKBP Fauzan Arianto mengajak seluruh elemen masyarakat di Kutim untuk bergotong-royong menciptakan budaya berlalu lintas yang aman. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan tidak boleh hanya muncul saat ada petugas, melainkan harus tumbuh dari kesadaran pribadi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kutim untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan. Keselamatan di jalan raya dimulai dari diri kita sendiri,” imbuhnya.

Selama masa operasi berlangsung, Polres Kutim juga mengagendakan serangkaian kegiatan preventif. Langkah ini mencakup sosialisasi masif, penyuluhan ke sekolah-sekolah untuk menyasar generasi muda, hingga pembagian selebaran imbauan keselamatan kepada para pengendara di titik-titik strategis.

Melalui sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam Operasi Keselamatan Mahakam 2026 ini, diharapkan angka kecelakaan di wilayah Kutim dapat ditekan secara signifikan. Target akhirnya adalah terwujudnya kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan bagi seluruh warga Sangatta dan sekitarnya.(*/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini