Tim Banggar DPRD Kaltim berdialog bersama Pemkab Kutim. Foto: Nasruddin/Pro Kutim
SANGATTA — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan kunjungan kerja dalam daerah ke Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk memonitoring tingkat serapan anggaran sektor pendidikan dan kesehatan inklusif yang menjadi prioritas pembangunan Kaltim tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim, Selasa (14/4/2026).
Kunjungan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Seskab Kutim Noviari Noor, Kepala Bagian Kesra Norhadi, Kepala Bagian Ekonomi Asmuransyah, serta Anggota DPRD Kaltim seperti Arfan, Selamat Ariwibowo, Agusriansyah Ridwan, Ridwan Safuad, dan Muhammad Darlis Patolongi, bersama sejumlah Kepala OPD terkait.

Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang berhalangan hadir. Ia menegaskan pentingnya kegiatan monitoring ini sebagai sarana penyamaan persepsi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
“Monitoring serapan anggaran ini sangat penting agar tidak terjadi miskomunikasi maupun disinformasi. Kami sangat antusias menyambut kunjungan kerja ini sebagai upaya memperkuat sinergitas pembangunan,” ujarnya.
Mahyunadi juga berpesan kepada seluruh kepala perangkat daerah agar lebih proaktif dan memiliki inisiatif dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap melalui koordinasi bersama Badan Anggaran DPRD Kaltim, kapasitas dan kualitas alokasi anggaran untuk Kutim dapat terus meningkat.

Sementara itu, Anggota DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan menyampaikan bahwa tugas Badan Anggaran saat ini cukup menantang di tengah dinamika fiskal dan perubahan sistem kebijakan yang terus bergerak.
“Koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi hingga daerah harus semakin intensif, terutama dalam memastikan serapan anggaran sektor pendidikan dan kesehatan berjalan optimal,” katanya.
Dalam konsep pembangunan Kaltim 2026, terdapat dua fokus utama yakni Kaltim Sukses dan Generasi Emas. Fokus Generasi Emas diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, produktivitas dan kapabilitas SDM, serta penguatan keagamaan dan budaya.
Target pendidikan tahun 2026 berada pada indeks capaian 80–89 persen melalui pengembangan inovasi pembelajaran, penyediaan layanan dasar pendidikan, serta penguatan sinergi pendanaan dan skema creative financing untuk peningkatan sarana prasarana pendidikan.

Sementara target sektor kesehatan diarahkan melampaui rata-rata nasional melalui peningkatan layanan dasar kesehatan, percepatan penanganan stunting, serta pembangunan infrastruktur layanan kesehatan.
Secara keseluruhan, anggaran pendidikan Provinsi Kaltim tahun 2026 mencapai Rp 2,7 triliun, termasuk program Gratispol untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal sebesar Rp 1,38 triliun. Sisanya dialokasikan untuk pendidikan menengah SMA, SMK dan SLB. Sedangkan anggaran kesehatan mencapai sekitar Rp 1,8 triliun.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud),Kutim Mulyono menjelaskan kewenangan pemerintah kabupaten berada pada jenjang PAUD hingga SMP, sedangkan SMA, SMK dan SLB menjadi kewenangan provinsi, serta madrasah dan pesantren di bawah Kementerian Agama.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutim telah menghibahkan lahan seluas 1 hektare untuk pembangunan kantor UPT Pendidikan Provinsi di Sangatta Selatan. Selain itu, keberadaan SMAN 2 Sangatta Selatan telah berjalan baik, namun masih diperlukan tambahan unit sekolah baru di kawasan Silvaduta guna mengatasi keterbatasan daya tampung siswa setiap tahun ajaran baru.(kopi10/kopi13)






























