Beranda Kutai Timur Fogging Tak Efektif Cegah DBD – Perilaku Hidup Sehat Lebih Penting

Fogging Tak Efektif Cegah DBD – Perilaku Hidup Sehat Lebih Penting

80 views
0

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Muhammad Yusuf Sebut Fogging Bukan Cara Efektif Basmi Nyamuk. (Foto: Wak Hedir Humas)

SANGATTA – Musim penghujan membuat nyamuk aedes aegypti atau nyamuk demam berdarah kian berkembang biak. Sebab, sisa air hujan yang tergenang di sejumlah tempat, membuat nyamuk itu bertelur dan berkembang biak. Sejumlah upaya dilakukan dalam pemberantasan nyamuk tersebut, termasuk fogging alias pengasapan. Namun, ternyata kegiatan fogging itu bukan merupakan langkah yang tepat dalam memberantas sarang nyamuk.

“Fogging sebetulnya bukan cara yang efektif untuk memberantas sarang nyamuk DBD,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Muhammad Yusuf, pada Rapat Pembahasan Peraturan Bupati tentang Pengendalian Demam Berdarah Dengue, Kamis (23/5/2019).

Yusuf menjelaskan, tidak efektifnya fogging dalam memberantas nyamuk, dikarenakan hanya mematikan nyamuk besar alias yang bisa terbang. Tetapi, larva atau telur nyamuk yang berada di permukaan air atau genangan air, tidak mati. Ia mengungkapkan, pemberantasan sarang nyamuk efektif dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan dan mengawasi genangan air di lingkungannya

“Fogging itu hanya mematikan nyamuk yang terbang-terbang saja, tapi larva atau telurnya tidak. Jadi, cara yang paling efektif adalah 3 M (menguras, menutup dan mengubur). Jangan sampai kotor dan genangan air dibiarkan, karena itu jadi sarang nyamuk, jadi tempat nyamuk DBD bertelur,” jelasnya.

Ia menambahkan, efek dari asap fogging juga bisa menimbulkan masalah baru pada kesehatan. Karena bisa menganggu pernafasan dan juga bau. Ini yang harus diketahui oleh warga, bahwa fogging bukanlah cara yang efektif cegah DBD,” terang Yusuf. (hms15)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here