Beranda Kutai Timur Buka Muscab Ke 4 KKP Kutim – Ismu: Budaya Harus Diperhatikan dan...

Buka Muscab Ke 4 KKP Kutim – Ismu: Budaya Harus Diperhatikan dan Dipertahankan

69 views
0

Saat Bupati Ismunandar memberi sambutan dan membuka secara resmi Mucab ke empat KKP Kutim.(Foto: Wahyu Humas)

SANGATTA – Agenda Musyawarah Cabang (Muscab) keempat pengurus Kerukunan Keluarga Pinrang (KKP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) digelar di gedung BPU Kantor Camat Sangatta Utara, Sabtu (21/9/2019) pagi. Kegiatan itu dihadiri langsung Bupati Ismunandar, Kabag Humpro Imam Sujono, Plt Kasapol Didi Herdiansyah, Camat Sangatta Utara Basuni, Camat Bengalon Suharman, Camat Teluk Pandan Amir, sekretaris KPP Kaltim Abdullah serta seluruh tokoh masyarakat dari suku Pinrang diantaranya H Bolly, H Kinsu dan Asbudi.

Pada kesempatan itu, Bupati Kutim Ismunandar menyampaikan hidup harus saling menghormati, menghargai dan saling memuliakan. Namun semua itu tidak cukup, Ismu mengatakan perbedaan umur muda ataupun tua harus saling mengingatkan karena reformasi yang kebablasan menjadi tidak menghormati yang tua, salah satu contoh di Medsos tidak peduli orang tua dicemooh (diejek).

“Ini adalah organisasi sosial (KPP Kutim) yang besar, sepengetahuan saya namanya pinrang itu mulai batas dari Desa Danau Redan sampai Kecamatan Sandaran paling banyak orang pinrang,” ujar Ismu sapaan akrab Bupati Kutim.

Ismu mengatakan dirinya mulai dari mahasiswa sudah mengurus paguyuban, ia berpesan jika nantinya terpilih ketua kerukunan itu harus siap dengan semua. Mulai dari anggota lahiran, menikah, sampai meninggal terlebih ada perkelahian yang membawa nama adat. Ketua harus berikan peran dan kontribusinya terutama pada warga pinrang di Kutim, intinya ketua kerukunan harus banyak sedekah dan membuka pintu rumah harus 24 jam.

“Tapi ketua juga pasti ada keterbatasan kemampuan anggota juga harus membantunya. Kita harapkan saudara-saudara pinrang di Karangan, Sandaran, Bengalon tentu (harus) diinventarisir biar mereka semua mengetahui, walapun sudah tidak tahu asal usulnya tetapi budaya harus diperhatikan dan dipertahankan,” jelas Ismu

Ismu menambahkan sebagai warga Kutim harus bisa membangun kebersamaan, agar kehidupaan aman dan damai. Ia menerangkan sampai saat ini gesek-gesekan antar warga mampu diminimalisir.

“Matang di organisasi itu akan memberikan pelajaran menjadi pemimpin masa depan, (dan juga) penting kita harus jaga kebersamaan,” ungkap Ismu.

Terakhir, Ismu mengatakan asal mula orang pinrang di Kutim, bekerja dibidang pertanian dan kelautan, namun sekarang berbeda sudah banyak menduduki jabatan penting di Kutim. Hal itu menunjukan bahwa Kutim untuk semua. Ia berkata mengutip ucapan Presiden RI Joko Widodo yakni sedikit bicara banyak bekerja, bekerja dan bekerja.(hms7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here