Beranda Kutai Timur Tahun Ini, Pupuk Bersubsidi 30.884 Ton – Kadistan Kutim Sebut Sifatnya Hanya...

Tahun Ini, Pupuk Bersubsidi 30.884 Ton – Kadistan Kutim Sebut Sifatnya Hanya Stimulus

99 views
0

Suasana Webinar yang dihadiri Kadis Pertanian Dyah Ratnaningrum didampingi jajarannya di ruang Vidcon Dinas Kominfo Perstik Kutim

SANGATTA – Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kutai Timur (Kutim) Dyah Ratnaningrum mengatakan untuk 2022 kebutuhan pupuk bersubsidi sebanyak 30.884 ton, namun yang bisa direalisasikan hanya sebanyak 12.299 ton. Jadi pupuk bersubsidi ini sifatnya hanya stimulus. Artinya dari kebutuhan petani tidak harus dipenuhi semuanya. Di dalam kios pupuk itu, selain menjual pupuk bersubsidi juga menjual pupuk non subsidi. 

“Sehingga kalau terjadi kekurangan bisa membeli yang non subsidi. Karena dari Pemerintah Pusat, pupuk subsidi hanya stimulus saja,” jelas Dyah ditemui usai mengikuti webinar, di ruang Vidcon Dinas Kominfo Perstik Kutim Sabtu (26/2/2022).

Ia menambahkan, dari hasil diskusi tadi ada disampaikan, karena disparitas pupuk bersubsidi dan non subsidi sangat jauh, maka memungkinkan adanya penyelewengan ditingkat bawah. Untuk mengatasi hal tersebut maka distribusinya harus benar-benar diawasi.  Kios-kios pupuk disemua kecamatan sudah menerima daftar dari Dinas Pertanian Kutim. Yakni pembeli yang memang berhak membeli pupuk bersubsidi.

Seperti yang disampaikan Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian, sambungnya, alokasi anggaran untuk pupuk bersubsidi hanya berkisar 30-40 persen. Distan Kutim sudah mengirimkan usulan alokasi untuk pupuk bersubsidi tersebut melalui e-RDKK. Namun pada saat alokasi turun. Kutim hanya mendapatkan sekitar 30 persen.

“Dari 30 persen ini ternyata harus di back up dengan SK Bupati. Jadi kami akan menyiapkan SK tersebut untuk penerima pupuk bersubsidi berdasarkan kebutuhan pupuk dari data PPL dilapangan,” ujarnya.

PPL ini mendata dari kelompok-kelompok petani. Masing-masing petani tersebut memiliki lahan kurang dari dua hektare. Dengan kata lain tidak semua petani mendapatkan pupuk bersubsidi ini. Pupuk bersubsidi ini pun lebih difokuskan pada pertanian tanaman pangan, holtikultura, perikanan dan peternakan.

“Bukan untuk perkebunan sawit,” beber Dyah.

webinar garapan Masyarakat Ilmu Pemerintah Indonesia (MIPI) mengangkat kali ini mengankat topik “Distribusi Pupuk Bersubsidi, Memahami Peran Ekonomi Pemerintah di Masa Pandemi”. Narasumber webinar ini adalah Muhammad Hatta S.STP MM Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian, H Dedi Mulyadi SH Anggota Komisi IV DPR-RI, Ketua Umum HKTI dan Surya Vandiantara, SE.Sy M.Ag Dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Dari Kutim, turut mengikuti webinar ini Kadis Pertanian Dyah Ratnaningrum didampingi jajarannya di ruang Vidcon Dinas Kominfo Perstik Kutim.(*/kopi7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here