Beranda Keagamaan Akhir Pekan, Bupati Kutim Peringati Isra Mikraj Bersama Warga Desa Kandolo

Akhir Pekan, Bupati Kutim Peringati Isra Mikraj Bersama Warga Desa Kandolo

129 views
0

Momen saat Ardiansyah Sulaiman memberikan tausiyah dalam rangka memperingati Isra Mikraj di Masjid Al Jama’ah, Desa Kandolo Kecamatan Teluk Pandan. Foto: Wahyu Yuli Artanto.

SANGATTA- Usai meresmikan Masjid Asshabirin di Desa Teluk Pandan, Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman melanjutkan lawatannya ke Desa Kandolo, masih di Kecamatan Teluk Pandan, Sabtu,(5/3/2022). 

Di Kandolo, Ardiansyah tak hanya menghadiri undangan warga untuk memperingati Isra Mikraj semata, namun didaulat warga setempat untuk menyampaikan tausiyah. Tentang makna Isra Mikraj. Yakni hikmah perjalanan Nabi Besar Muhammad Shallaahu alaihi Wassalaam (SAW) untuk bertemu dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT). Kegiatan dipusatkan di Masjid Al Jama’ah, jalan Poros Sangatta-Bontang (Trans Kalimantan).

Mengawali tausiahnya, Ardiansyah menjelaskan, Rajab merupakan bulan yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Karena terjadi sebuah peristiwa penting dan besar bagi umat muslim di seluruh dunia. Yaitu peristiwa Isra dan Mikraj. Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit ke-7, yang juga mempertemukannya dengan para nabi terdahulu. Peristiwa Isra Mikraj sendiri terjadi pada tanggal 27 Rajab.

Isra merupakan peristiwa perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Sementara Mikraj merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Bumi menuju langit ke-7 dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha bertemu dengan Allah SWT untuk menerima perintah langsung. 

“Wahyu dari Allah SWT untuk menjalankan ibadah salat fardu lima waktu,” ucap Ardiansyah di hadapan Kepala Desa Kandolo Alimuddin serta undangan yang hadir.

Merupakan perintah Allah SWT kepada manusia untuk melaksanakan salat yang menjadi salah satu tolok ukur amal. Sama artinya dengan kualitas seseorang bisa ditentukan oleh salatnya. 

“Seperti kata Rasullullah, kalau kita ingin dihadapan Allah SWT, sebagaimana Nabi Muhammad SAW, maka laksanakanlah salat,” terangnya. 

Dihadapan jamaah yang didominasi perempuan dan anak-anak, Ardiansyah menegaskan, seorang muslim wajib menaruh perhatian yang sangat besar saat menjalankan salat. Melaksanakan salat fardu lima waktu dengan sebaik-baiknya. Penuh tanggung jawab, dan bukan sekedar rutinitas atau penggugur kewajiban. Dengan demikian, muslim bisa menjadi umat Islam yang semestinya.

“Dengan demikian kita akan menjadi orang-orang yang akan mewarisi surga firdausnya Allah dan InsyaAllah kekal di dalamnya,” kata Ardiansyah dan langsung diaminkan oleh para jemaah yang hadir. (kopi6/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here