Beranda Entertainment DPD ASOBSI Kutim Pertama di Kaltim – Garap Potensi Besar Sampah untuk...

DPD ASOBSI Kutim Pertama di Kaltim – Garap Potensi Besar Sampah untuk Ekonomi

192 views
0

Kolaborasi : Ketua I DPP ASOBSI Fathurrahman melakukan salam komando dengan Bupati Ardiansyah Sulaiman, untuk menunjukkan bagaimana kolaborasi masyarakat dengan bank sampah begitu berguna. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

SANGATTA – Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) saat ini menjadi organisasi yang bergerak dibidang pelestarian lingkungan dan mendapat dukungan dari pemerintah. Berdiri pada 15 Maret 2017, organisasi ini memang sedang semangat berdiri di Kabupaten/Kota di Indonesia. Bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Apalagi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang terdiri dari 10 kabupaten/kota, Kutim merupakan satu-satunya kabupaten yang memiliki Dewan Pengurus Daerah (DPD) ASOBSI. Bahkan telah dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua I Dewan Pengurus Pusat ASOBSI Fathurrahman. Kendati momen dimaksud tidak dihadiri Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) Wilda Yanti yang berhalangan karena menghadiri kegiatan serupa. Namun nampaknya hal itu dimaklumi banyak pihak termasuk Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Walau merupakan Pengurus DPP ASOBSI, Fathurrahman banyak beraktivitas di Kalimantan Selatan, pria ini bahkan pada 2016 lalu, berhasil membawa Kota Banjarmasin mendapatkan kucuran dana dari Asia Sustainabir Cites (ASC) yang berpusat di Jepang. Nilainya tidak main-main, yakni sebesar USD 25000.

“Kalau saya perhatikan potensi Kutim amat luar biasa dan bangga bahwa DPD ASOBSI pertama di Kalimantan Timur. Bahkan untuk kabupaten di Kalsel saja belum ada, ini bahkan jadi perbincangan Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina yang kebetulan adik saya”, terang penguji atau asessor wartawan di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat ini.

Pengukuhan : Nampak jalannya acara pengukuhan pengurus DPD ASOBSI Kutim, yang berlangsung di Hotel Royal Victoria Sangatta. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

Dipilihnya Kutim sebagai DPD ASOBSI tentu berkaitan pula dengan hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim. Didukung pula pelaksanaan, Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga serta Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

“Keberadaan bank sampah mempermudah hitungan berapa kita mereduksi, hingga tercapai ukuran pengurangan sebesar 30 persen dan pengelolaan sebesar 70 persen. Maka saya kira ke depan akan lebih masif saya kira,” harap Direktur Bank Sampah Induk Baiman Banjarmasin ini.

Lebih jauh Fathurrahman menerangkan, jika di Kota Banjarmasin mampu mengelola bank sampah hingga mencapai 300 unit. Ia memastikan untuk di Kutim dengan 18 kecamatan, tentu akan jauh lebih dahsyat perkembangannya.

Ketua DPD ASOBSI Kutim N Jain mengatakan pengelolaan sampah berkelanjutan, di mana organisasi akan bergerak serta mendukung program-program Pemkab Kutim terkait dengan pengelolaan sampah.

“Termasuk peduli lingkungan melalui peningkatan jumlah anggota. Karena ASOBSI baru terbentuk di Kutim, maka kami akan terjun dan memberikan edukasi melalui program-program yang ada. Termasuk mengenalkan pemahaman mengenai betapa pentingnya nilai sampah, yang mampu menurunkan beberapa produk turunan dengan nilai ekonomis,” terangnya.

Dalam kesempatan itu Bupati Ardiansyah Sulaiman menyebutkan, akan ada banyak Bank Sampah Unit (BSU) yang berdiri. Tidak saja ditiap desa, namun juga di lingkungan Rukun Tetangga (RT). Sampah yang dianggap tak berguna, saat ini memiliki potensi ekonomi yang luar biasa.

“Tentu akan ada produk-produk plastik yang dihasilkan. Bahkan telah ada pesanan dari beberapa daerah untuk mendapatkan biji plastik. Dari yang Bapak dan Ibu programkan melalui bank sampah. Sehingga bank sampah membuat produk lainnya lagi. Dari sampah menjadi uang dan uangnya dapat dibelikan emas,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman. (kopi5/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here