Beranda Sosial & Kesehatan 111 Nakes Kutim Ikuti PKKBM Poltekes Kaltim

111 Nakes Kutim Ikuti PKKBM Poltekes Kaltim

61 views
0

Foto bersama seluruh peserta yang hadir dalam pelaksanaan Pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru Poltekkes Kaltim, Sangatta (9/8/2022). (Eben Pro Kutim)

SANGATTA- Sebanyak 111 mahasiswa Poli Teknik Kesehatan (Poltekes) Kalimantan Timur (Kaltim) yang merupakan tenaga kesehatan (nakes) asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai mengikuti pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB). Kegiatan yang dibuka Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Trisno mewakili Pemkab Kutim ini dilangsungkan di Ruang Pelangi 1, Hotel Royal Victoria, Sangatta Utara, Selasa (9/8/2022).

PKKMB Poltekes Kaltim untuk program alih jenjang sarjana terapan ini berlangsung selama 2 hari. Dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Setiap peserta diwajibkan memiliki bukti Rapid Antigen.

Plt Asisten Pemkesra Trisno berharap ke depan Pemkab Kutim bisa berkontribusi dalam ikhtiar mahasiswa dalam menjalankan pendidikan.

“Karena pemerintah daerah sangat membutuhkan peningkatan sumber daya manusia (SDM),” tegasnya.

Menambahkan sambutannya, Trisno menyebut ada dua hal yang menjadi aspek penting dalam angka harapan hidup. Yaitu pendidikan dan kesehatan. Artinya, peningkatan SDM yang ada dapat meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Kutim. Karena kesadaran kesehatan terus meningkat.

“Dengan peningkatan kualifikasi yang ada ini, semoga jika saya pensiun nanti angka harapan hidup kita bisa menambah hingga umur 80 tahun,” jelas Trisno.

Berdasarkan data yang dipaparkan Trisno, saat ini angka harapan hidup masyarakat Kutim ada diumur 73 tahun, sedangkan Provinsi Kaltim ada diumur 74 tahun.

Ketua Panitia Pelaksana Dr Hj Nina Mardiana menjelaskan, Poltekes Kaltim memiliki tiga program alih jenjang sarjana terapan. Yaitu gizi, kebidanan serta perawat. Kegiatan kali ini diikuti 111 peserta. Sebanyak 5 orang dari jurusan Gizi, 59 orang dari jurusan Bidan, serta 47 sisanya jurusan Perawat.

“Menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, serta akan dilaksankan Breakout Room sesuai dengan program masing masing,” sebutnya.

Breakout Room memungkinkan pengguna untuk membuat ruang meeting Zoom tambahan dalam satu sesi pertemuan yang sama. Dengan menggunakan fitur Breakout Rooms, host atau co-host Zoom meeting bisa mengelompokkan peserta Zoom meeting dalam jumlah yang lebih kecil. Pada kegiatan ini hanya diambil istilah untuk diskusi kelompok.

Sedangkan Direktur Poltekes Kaltim Dr H Supriyadi mengucapkan selamat kepada seluruh peserta. Dia menyebut tidak semua orang bisa diterima di kelas alih jenjang. Untuk itu dia mendoakan agar semua peserta yang ada lulus. Lebih jauh dijelaskan olehnya, PKKMB adalah masa titik tolak pembinaan idealisme, rasa cinta tanah air, serta kepedulian lingkungan. Guna menciptakan generasi yang berkarakter religius, nasionalis, mandiri, berkarakter, gotong royong dan berintegritas.

“Kegiatan PKKMB dapat menjadi wahana penanaman program revolusi mental. Yaitu Indonesia yang melayani, bersih, tertib mandiri dan menjadi Indonesia yang bersatu,” terang Supriyadi pada kegiatan bertema ‘Membangun Generasi Muda Tenaga Kesehatan yang Kompetitif dan Berkarakter Unggul’ kali ini. (kopi12/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here