Beranda Entertainment 100 Tahun PSHT – Upaya Tegas Melestarikan Seni Bela Diri Nusantara

100 Tahun PSHT – Upaya Tegas Melestarikan Seni Bela Diri Nusantara

280 views
0

Salam : Barisan warga PSHT menunjukkan salam persaudaraan. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

SANGATTA – “Sepiro Gedhening Sengsoro Yen Tinompo Amung Dadi Cubo, Suro Diro Joyo Diningrat Lebur Dining Pangastuti”. Itulah falsafah jawa yang memiliki arti, seberapapun besarnya kesengsaraan jika mampu menerimanya, hanya jadi cobaan biasa. Dan segala kesempurnaan hidup dapat diluluhkan dengan budi pekerti luhur.

Geliat falsafah tersebut ditunjukkan oleh ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kutai Timur – Pusat Madiun, dihadapan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang. Keduanya hadir dalam acara Pengesahan Warga Tingkat I dan Peringatan 100 Tahun Terate Emas, berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta pada Jum’at (12/8/2022) malam.

Potong Tumpeng : Usai melakukan doa bersama, pemotongan tumpeng dilakukan oleh (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

Ardiansyah Sulaiman mengucapkan ucapan terima kasih setinggi-tingginya pada PSHT, yang tidak henti-hentinya membangun mental anak-anak bangsa terutama di Kutim. Sehingga seni bela diri yang merupakan warisan nenek moyang, terus dapat terjaga hingga saat ini.

“Seni bela diri pencak silat tidak lagi diragukan kemampuannya, karena telah diakui di dunia. Sehingga dapat dipertandingkan dalam momen-momen olahraga dunia. Momen 100 Tahun PSHT – Pusat Madiun dan pengesahan warga tingat I, dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas anak-anak bangsa dalam rangka meningkatkan performa seni bela diri,” tegas Bupati.

Sambutan : Bupati memberikan sambutan dalam acara pengesahan warga tingkat I dan peringatan 100 Tahun Terate Emas. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

Ardiansyah kembali mengingatkan seluruh pesilat-pesilat PSHT, tentang semboyan “Selama matahari masih terbit dari timur, selama bumi masih dihuni manusia. Selama itu pula Persaudaraan Setia Hati Terate akan tetap jaya abadi selamanya”. Komitmen dalam rangka memelihara seni bela diri dan olaharaga khas yang dimiliki bangsa Indonesia dan khas nusantara.

“Kenapa saya katakan khas nusantara, karena tidak saja di bumi Indonesia tetapi keberadaanya tumbuh berkembang pula di negara-negara tetangga. Seperti halnya di Malaysia, Thailand, memiliki seni bela diri yang serupa. Oleh karenanya PSHT tidak sekedar persaudaraan, tetapi juga persaudaraan se-nusantara,” ungkap Ardiansyah Sulaiman disambut tepuk-tangan meriah anggota PSHT Cabang Kutim – Pusat Madiun.

Warga : Nampak barisan warga PHST Cabang Kutim berfoto bersama dengan Bupati dan Wakil Bupati. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

Dalam kesempatan tersebut hadir pula perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) baik dari Kodim 0909/KTM, Lanal Sangatta, Polres Kutim, hingga perwakilan lembaga-lembaga adat daerah. Dari PSHT sendiri hadir perwakilan dari Dewan Pusat PSHT Suwar Wiguno, Koordinator Dewan Pengesah PSHT Abdurrahman, Ketua Dewan Cabang PSHT Munir Syafi’i, Ketua Cabang PSHT Kutim H. Sukirdi, ribuan warga PSHT, maupun 233 pesilat-pesilat warga baru PSHT.

Berdiri : Tokoh sepuh PSHT nampak bersama dengan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

Perwakilan Ketua Dewan Pusat PSHT Suwar Wiguno dalam sambutannya menegaskan pada trahun 2022 ini, telah diangkat warga baru di seluruh Indonesia dengan total keseluruhan sebanyak 130 ribu anggota. Dimana untuk di Kaltim ada sekitar 2.000 warga baru, untuk di Kutim ada 233 warga baru pada tahun ini.

“Pengangkatan warga baru selalu dilakukan pada bulan Suro, sebagai bulan yang disakralkan oleh warga SH. Disahkannya warga baru pada tahun istimewa yakni pada 1 abad PSHT, maka diharapkan mereka menjadi warga yang tanggap, tangguh, cerdas, tangkas, dan cermat menghadapi tantangan zaman,” ujar Suwar Wiguno. (kopi5/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here