Mahandini Salsabila lulusan terbaik sampaikan perasaan haru dan rasa Syukur di wisuda sarjana STIPER. Foto: Dewi/ProKutim
SANGATTA – Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur (Kutim) resmi dikukuhkan sebagai sarjana dalam Wisuda Sarjana ke-20 yang berlangsung di Ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Rabu (1/10/2025). Acara penuh khidmat ini dihadiri langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD Kutim Jimmi, Ketua STIPER Kutim Ismail Fahmi Almadi, Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, Ketua Yayasan Pendidikan Kutim (YPKT), jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, pimpinan perusahaan mitra kampus, serta orang tua wisudawan.
Suasana haru tercipta ketika salah satu perwakilan wisudawan yang menjadi lulusan terbaik Mahandini Salsabila Wahyudi, menyampaikan kesan dan pesan di hadapan Bupati dan para undangan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa momen wisuda adalah puncak dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan, pengorbanan, serta doa yang tiada henti.

“Hari ini bukan sekadar tentang sebuah gelar, tetapi juga tentang kerja keras, doa, dan pengorbanan, terutama dari kedua orang tua kami. Terima kasih, Bapak, Ibu. Air mata perjuangan orang tua adalah kekuatan, nasihat sederhana mereka menjadi pegangan, dan doa-doa dalam sujudnya adalah jembatan hingga kami tiba di hari ini,” ucapnya penuh haru.
Mahandini Salsabila juga mengungkapkan rasa terima kasih mendalam kepada civitas akademika STIPER Kutim, khususnya para dosen yang telah membimbing dengan kesabaran dan keteladanan.
“Ilmu yang Bapak Ibu berikan bukan hanya sebatas teori, tetapi pelajaran berharga tentang ketekunan, integritas, dan semangat pantang menyerah. Semoga ilmu yang kami dapatkan menjadi amal jariyah bagi Bapak Ibu dosen,” tambahnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada kampus STIPER Kutim yang disebutnya sebagai rumah kedua, tempat mahasiswa ditempa untuk memahami arti kerja keras, kegagalan, kebersamaan, hingga semangat untuk bangkit kembali.
Tak ketinggalan, pesan khusus ditujukan kepada rekan-rekan wisudawan agar menjadikan wisuda sebagai awal perjalanan baru dalam menapaki dunia kerja dan pengabdian di masyarakat.

“Wisuda bukan garis akhir, melainkan permulaan. Akan ada rintangan baru, tetapi juga banyak kesempatan menanti. Mari kita bawa semangat yang telah kita bangun di bangku kuliah untuk terus berjuang di medan kehidupan,” ungkapnya.
Sambutan ditutup dengan pantun penuh semangat yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
“Pergi ke ladang menanam padi, burung berkicau di pagi hari. STIPER Kutim maju abadi, menjadi kebanggaan anak negeri. Mentari pagi sinarnya terang, awan putih berarak perlahan. STIPER Kutim semakin gemilang, mengukir prestasi penuh kebanggaan,” ucapnya.
Prosesi wisuda kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan ratusan wisudawan dari berbagai program studi, yang dilakukan secara simbolis. Dengan berlangsungnya Wisuda Sarjana XX STIPER Kutim, diharapkan para lulusan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, serta menjaga nama baik almamater sebagai institusi pendidikan tinggi kebanggaan Kutim.(kopi15/kopi13/kopi3)
































