Beranda Kutai Timur Kutim Jadi Contoh Kolaborasi Ketahanan Pangan Nasional, Program Inisiasi Polda Kaltim

Kutim Jadi Contoh Kolaborasi Ketahanan Pangan Nasional, Program Inisiasi Polda Kaltim

134 views
0

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menyatakan dukungan penuh terhadap program Industri Pertanian dan Pangan yang diinisiasi Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim). Program strategis ini diluncurkan serentak di seluruh jajaran Polres dan Polresta se-Kaltim pada Selasa (4/11/2025), dengan pusat kegiatan di Polres Kutai Barat, serta diikuti secara daring oleh seluruh satuan wilayah, termasuk Polres Kutim.

Sebagai pelaksana di daerah, Polres Kutim bersama Pemkab Kutim menggelar kegiatan penanaman bibit jagung di kawasan Telaga Batu Arang, Kecamatan Sangatta Utara. Lahan eks tambang milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) seluas 25 hektare kini disulap menjadi ruang produktif bagi pengembangan industri pertanian daerah.

Kegiatan ini melibatkan empat kelompok tani dari RT 53, Desa Warga Bara, yang selama ini aktif mengelola lahan pascatambang. Keterlibatan masyarakat menjadi bukti sinergi konkret antara kepolisian, pemerintah daerah, dan perusahaan dalam membuka ruang ekonomi baru di sekitar wilayah tambang.

Kasatpol PP Kutim, Fata Hidayat, yang hadir mewakili Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Polda Kaltim yang menggerakkan sektor pertanian berbasis kolaborasi lintas lembaga.

“Program ini sejalan dengan visi Pemkab Kutim dalam mewujudkan kemandirian dan keberlanjutan ekonomi masyarakat pascatambang. Pemanfaatan lahan eks tambang di Telaga Batu Arang menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan perusahaan dapat menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan,” ujar Fata.

Sementara itu, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, dalam arahannya secara daring, menegaskan bahwa program industri pertanian ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap Astacita Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi nasional.

“Polda Kaltim berkomitmen untuk menjadi bagian dari gerakan nasional ketahanan pangan yang digagas Presiden (RI) Prabowo Subianto. Melalui langkah nyata seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga turut serta dalam menjaga keberlanjutan ekonomi bangsa,” tegas Endar.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan simbol sinergi lintas sektor dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat berbasis pertanian.

“Kami ingin menunjukkan bahwa lahan eks tambang memiliki potensi besar jika dikelola dengan semangat kolaboratif. Melalui penanaman jagung ini, kami berharap masyarakat sekitar dapat ikut merasakan manfaat ekonomi sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa sektor pertanian bisa menjadi sumber kesejahteraan baru,” tutur AKBP Fauzan.

Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan langsung para petani lokal. Salah satunya Bu Erna, anggota kelompok tani di RT 53 Desa Warga Bara, yang merasakan manfaat nyata dari program tersebut.

“Kami merasa terbantu sekali. Selama ini lahan bekas tambang sulit dimanfaatkan, tapi lewat program ini kami bisa menanam dan mendapat hasil tambahan untuk kebutuhan rumah tangga. Ini sangat berarti bagi kami,” ucapnya dengan senyum.

Program industri pertanian Polda Kaltim ini menjadi bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan di wilayah Kalimantan Timur. Komoditas jagung dipilih sebagai tahap awal karena nilai ekonominya tinggi dan daya adaptasinya luas terhadap berbagai jenis lahan.

Dukungan juga datang dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, yang menyalurkan bantuan berupa bibit unggul, pupuk, serta peralatan pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas para petani.

Dengan semangat kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat tani, Kutim menegaskan dirinya sebagai daerah percontohan bagi pengembangan industri pangan berkelanjutan di Kalimantan Timur. Sebuah langkah nyata menuju kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan nasional. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini