Beranda Kutai Timur FPB Kutim 2025 Berakhir, Jadi Komitmen Pelestarian Budaya Lokal

FPB Kutim 2025 Berakhir, Jadi Komitmen Pelestarian Budaya Lokal

74 views
0

Bupati Ardiansyah Sulaiman saat memberikan sambutan di penutupan Festival Pesona Budaya (FPB) 2025. Foto: Zaki/Pro Kutim

SANGATTA – Puncak perayaan Festival Pesona Budaya (FPB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 2025 mencapai klimaksnya pada Minggu (23/11/2025) malam. Bertempat di Lapangan Alun-alun Bukit Pelangi, penutupan acara bersejarah ini dilakukan secara resmi oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Dalam sambutan penutupannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta para pegiat budaya. Beliau menegaskan bahwa FPB 2025 merupakan tonggak sejarah baru bagi Kutim.

“Festival Budaya ini sudah sering kita lakukan, namun seringnya dikaitkan dengan kegiatan seperti ulang tahun Kutim. Malam hari ini adalah kegiatan yang pertama terkait dengan Festival Pesona Budaya yang kita buat sedemikian rupa,” ujar Bupati, menyoroti pentingnya acara ini sebagai ajang mandiri.

Bupati Ardiansyah menuturkan bahwa festival ini berhasil menyuguhkan tampilan-tampilan eksotis yang menampilkan kekayaan budaya lokal, mencakup budaya pesisir Kutai Timur, budaya pedalaman Kutim dan budaya-budaya Nusantara yang berakar kuat di wilayah ini.

Bupati Ardiansyah menekankan bahwa budaya adalah cerminan kehidupan masyarakat yang telah hidup berabad-abad lamanya di Nusantara, termasuk di Kutim. Oleh karena itu, Pemkab Kutim berkomitmen untuk terus menggali dan melestarikan warisan leluhur.

“Kita akan terus menggali budaya-budaya ini melalui Festival Pesona Budaya, melalui edukasi budaya seperti seminar, kemudian melakukan penelitian-penelitian budaya,” jelasnya. Komitmen ini selaras dengan tampilan budaya klasik seperti Tarsul, kesenian Kutai yang turut memeriahkan malam penutupan.

“Kita tidak akan meninggalkan budaya-budaya asal, budaya-budaya klasik yang mencerminkan kehidupan pada saat di mana komunitas ada, yang akan mencerminkan di mana daerah itu tumbuh,” tegas Bupati.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir dan menyaksikan sejarah serta budaya yang menjadi cikal bakal tumbuhnya Kutim.

“Dan dengan mengucapkan Alhamdulillah hirobbil alamin, Festival Pesona Budaya Kabupaten Kutim 2025, dengan ini secara resmi saya nyatakan ditutup,” tutup beliau, menandai berakhirnya tiga hari perayaan budaya yang sukses dan meriah.

Acara penutupan yang diwarnai penyerahan hadiah bagi pemenang lomba fashion show limbah ini ditutup sempurna dengan hiburan yang dinantikan, yakni penampilan penyanyi nasional asal Semarang Fanny Soegi.(kopi5/kopi13kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini