Foto : istimewa
SANGATTA – Di antara hiruk-pikuk aktivitas pendidikan dasar di Kutai Timur (Kutim), SD Negeri 006 Sangatta Utara menapaki jalan sunyi yang tidak selalu mudah, tetapi berbuah pengakuan nasional. Sekolah dasar ini resmi meraih Anugerah Sekolah Adiwiyata Mandiri Tahun 2025, predikat tertinggi dalam Program Adiwiyata, sebuah capaian yang menandai ketekunan panjang dalam menumbuhkan kesadaran ekologis di lingkungan pendidikan. Penghargaan tersebut diterima pada penghujung 2025 dan diambil langsung di Jakarta.
Kepala SDN 006 Sangatta Utara Sukarmi, menyampaikan kabar itu saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/1/2026), dengan nada syukur yang tertahan.
“Di akhir tahun 2025 kemarin, kami mendapatkan penghargaan Anugerah Sekolah Adiwiyata Mandiri. Penghargaan itu kami jemput di Jakarta,” ujar Sukarmi menegaskan kembali.
Bagi sekolah yang berdiri dan tumbuh bersama denyut masyarakat Sangatta Utara, predikat Adiwiyata Mandiri bukan sekadar piagam penghias dinding. Ia adalah hasil dari disiplin kolektif, kerja berlapis, dan konsistensi menjaga etika lingkungan dalam praktik keseharian sekolah. Dari ruang kelas hingga halaman, dari kebijakan hingga kebiasaan.
Sukarmi menegaskan, capaian tersebut tidak lahir dari kerja satu dua orang. Dukungan orang tua murid dan dedikasi para pendidik menjadi sandaran utama dalam menjalankan program sekolah berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
“Ini merupakan support dari orang tua siswa dan para pendidik. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan,” katanya.
Di balik penghargaan itu, ada jejaring dukungan yang lebih luas. Pemkab Kutim melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, serta Dinas Lingkungan Hidup Kutim disebut sebagai mitra penting yang turut menopang ikhtiar sekolah dalam menjaga arah dan mutu program.

“Atas penghargaan ini, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan support dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim dan Dinas Lingkungan Hidup Kutim,” terangnya.
Lebih jauh, Sukarmi berharap capaian ini tidak berhenti sebagai puncak, melainkan menjadi landasan untuk langkah-langkah berikutnya. Tahun 2026 dipandang sebagai fase penguatan, memantapkan program yang telah berjalan dan membuka ruang pembelajaran yang lebih luas bagi warga sekolah.
“Kami berharap penghargaan ini juga dapat mempermudah dan memperkuat program-program sekolah yang akan dilaksanakan di tahun 2026,” pungkasnya.
Sebagai catatan, Sekolah Adiwiyata Mandiri merupakan predikat tertinggi dalam Program Adiwiyata. Penghargaan ini diberikan kepada sekolah yang tidak hanya berhasil menanamkan budaya peduli lingkungan secara berkesinambungan, tetapi juga mampu menjadi rujukan dan pembina bagi sekolah lain dalam pengelolaan lingkungan hidup. Dari Sangatta Utara, jejak hijau itu kini tercatat, menjadi penanda bahwa pendidikan dan kelestarian alam dapat berjalan seiring, saling menguatkan, dan bertahan dalam waktu. (*/kopi3)


































