Jalannya Haflah Ikhtitam Angkatan III SMAIT Daarussalaam. Foto: Bahtiar/Pro Kutim
SANGATTA – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti Gedung Wanita Bukit Pelangi, Rabu (15/4/2026). Sebanyak 35 siswa Angkatan III SMAIT Daarussalaam merayakan kelulusan dalam prosesi Haflah Ikhtitam Tahun Pelajaran 2025/2026. Momentum ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan simbol kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman dengan bekal iman yang kokoh.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mulyono, jajaran pendidik, serta para wali murid. Dari 35 lulusan yang diwisuda, terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menekankan pentingnya integrasi antara kecerdasan akademik dan kekuatan spiritual. Ia menyatakan kebanggannya terhadap lulusan SMAIT Daarussalaam yang dinilai memiliki fondasi nilai keislaman yang kuat sebagai modal sosial pembangunan daerah.

“Momentum Haflah Ikhtitam ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan awal perjalanan baru. Kita semua adalah calon pemimpin, setidaknya pemimpin dalam rumah tangga. Dengan bekal iman dan takwa yang bersumber dari ilmu agama, segala persoalan hidup akan dapat dihadapi dengan tenang dan sabar,” ujar Mahyunadi.
Pemerintah daerah berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan kelak berkontribusi aktif bagi kemajuan Kutim.
Sementara itu Kepala SMAIT Daarussalaam, Ustazah Rina Riantini, mengingatkan para wisudawan bahwa kelulusan ini merupakan gerbang menuju realitas masyarakat yang lebih luas. Menurutnya, sekolah bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan kawah candradimuka untuk menata kehidupan sosial.
“Ingatlah, ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang yang akan kalian tempuh. Sekolah adalah tempat belajar menata kehidupan di tengah masyarakat,” pesan Rina kepada para siswa.

Apresiasi senada disampaikan oleh perwakilan wali murid, Slamet Riyanto. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para ustaz dan ustadzah yang telah membimbing anak-anak mereka. “Semoga ilmu yang didapat menjadi berkah dan bermanfaat bagi masa depan mereka,” ungkapnya.
Prosesi wisuda angkatan ketiga ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni islami yang memukau. Selain pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang membuka acara dengan syahdu, para siswa juga menampilkan Tari Pineulung dari Aceh serta Nasyid Arabic Colossal.
Perpaduan antara tradisi kelulusan yang formal dengan sentuhan seni budaya nusantara dan religi ini menambah kesan mendalam bagi orang tua yang hadir. Dengan berakhirnya prosesi ini, Angkatan III SMAIT Daarussalaam resmi melangkah keluar dari gerbang sekolah untuk menjemput masa depan yang lebih gemilang.(kopi7/kopi13/kopi3)































