Beranda Kutai Timur Bupati Kutim Ingatkan Tantangan Cuaca Ekstrem di Tanah Suci

Bupati Kutim Ingatkan Tantangan Cuaca Ekstrem di Tanah Suci

16 views
0

Momen pelepasan 170 Calhaj Kutim menuju Embarkasi Balikpapan.Foto: Zaki/Pro Kutim

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman didampingi Wakil Bupati Mahyunadi, jajaran Forkopimda dan perwakilan Kemenag Kutim melepas keberangkatan 170 calon jemaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Kutim di pelataran indoor Masjid Agung Al Faruq, Minggu (3/5/2026) sore. Dalam pesannya, Ardiansyah menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang saat ini memasuki musim panas.

Kesehatan fisik menjadi sorotan utama dalam pelepasan tahun ini. Mengingat suhu udara yang tinggi di Tanah Suci, para jemaah diminta untuk mampu mengukur kapasitas diri masing-masing agar tidak mengganggu prosesi rukun wajib haji.

“Saya minta seluruh jemaah benar-benar menjaga kesehatan ekstra karena cuaca di sana saat ini sedang dalam kondisi sangat panas,” ujar Ardiansyah.

Ardiansyah juga mengimbau agar para tamu Allah tidak memaksakan diri dalam mengejar ibadah sunnah apabila kondisi fisik tidak memungkinkan. Menurutnya, keselamatan jiwa dan ketuntasan rukun wajib harus menjadi prioritas utama.

“Jangan sampai memaksakan diri secara berlebihan. Segera beristirahat jika merasa lelah agar seluruh rangkaian wajib haji dapat diselesaikan dengan sempurna,” pesannya.

Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai dinamika geopolitik di Timur Tengah, Bupati memberikan jaminan ketenangan bagi keluarga jemaah. Ia memastikan bahwa lokasi ibadah di Mekkah dan Madinah merupakan zona yang aman dan steril dari pangkalan konflik.

Selain aspek teknis dan kesehatan, Ardiansyah menitipkan pesan spiritual. Ia berharap para jemaah turut mendoakan kemajuan dan keberkahan bagi Kabupaten Kuttim selama berada di tempat-tempat mustajab.

“Saya titip doa kepada bapak dan ibu sekalian, tolong doakan agar Kabupaten Kutim senantiasa diberikan keberkahan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Berdasarkan data manifest keberangkatan, komposisi Calhaj Kutim tahun ini cukup beragam. Arifin Mujibu tercatat sebagai jemaah tertua dengan usia 76 tahun. Di sisi lain, Helda Rahma yang berusia 25 tahun menjadi jemaah termuda dalam rombongan kali ini.

Bagi Arifin, keberangkatan ini adalah buah dari kesabaran panjang selama masa tunggu. Raut wajah bahagia tidak dapat disembunyikannya saat bersiap menuju Tanah Suci.

“Alhamdulillah, saya masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk memenuhi panggilan Allah. Ini jawaban atas doa panjang saya dan keluarga,” singkatArifin dengan penuh syukur.

Pemerintah Kabupaten Kutim berharap seluruh jemaah diberikan kemudahan dalam setiap tahapan ibadah, kekuatan fisik, serta dapat kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur.(kopi14/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini