Beranda Kutai Timur Cakupan Air Bersih Kutim Tembus 80 Persen

Cakupan Air Bersih Kutim Tembus 80 Persen

13 views
0

Penampungan air bersih Perumdam Tirta Tuah Benua. Foto: Istimewa untuk Pro Kutim

SANGATTA – Air bersih kerap hadir tanpa banyak disadari. Ia mengalir dari keran, memenuhi bak penampungan, menghidupi dapur, membersihkan halaman, hingga menjadi bagian dari rutinitas yang nyaris luput dari perhatian. Namun di balik aliran yang tampak sederhana itu, tersimpan ikhtiar panjang yang menuntut kesinambungan jaringan, kecukupan kapasitas, serta ketekunan dalam menjangkau wilayah-wilayah yang terpencar.

Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), ikhtiar tersebut tergambar dalam capaian layanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) hingga akhir 2025. Berdasarkan data cakupan pelayanan air bersih per Desember 2025, jumlah penduduk yang telah menikmati layanan air minum perpipaan mencapai 254.530 jiwa.

Angka itu dihimpun dari wilayah pelayanan yang mencakup 310.103 jiwa penduduk, tersebar di 58 desa serta kawasan perkotaan yang menjadi bagian dari jaringan distribusi Perumdam TTB. Dari total jumlah penduduk Kabupaten Kutim yang mencapai 456.333 jiwa, capaian tersebut menghasilkan cakupan pelayanan administrasi sebesar 55,78 persen dan cakupan pelayanan teknis sebesar 82,08 persen.

Pencapaian tersebut tidak hadir dalam ruang hampa. Ia berjalan seiring dengan pertumbuhan jumlah pelanggan yang terus bertambah sepanjang tahun. Hingga Desember 2025, Perumdam TTB mencatat 53.493 sambungan langganan aktif. Jumlah itu meningkat 4.066 sambungan dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang berada pada angka 49.427 sambungan.

Kenaikan sambungan pelanggan terjadi di berbagai cabang pelayanan. Sangatta Utara menjadi wilayah dengan penambahan terbesar, yakni 1.502 sambungan. Disusul Muara Wahau sebanyak 730 sambungan, Sangatta Selatan 358 sambungan, Kaubun 240 sambungan, serta Unit Pembantu Sangkima dengan tambahan 222 sambungan.

Bila ditelisik lebih jauh, pertumbuhan tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan air bersih perpipaan. Di tengah perkembangan kawasan permukiman, bertambahnya jumlah penduduk, serta meningkatnya aktivitas ekonomi, keberadaan jaringan distribusi air menjadi salah satu penopang kehidupan sehari-hari.

Wilayah perkotaan masih menjadi kawasan dengan cakupan pelayanan tertinggi. Data Perumdam TTB menunjukkan jumlah penduduk terlayani di kawasan perkotaan mencapai 133.123 jiwa dengan cakupan pelayanan teknis sebesar 86,02 persen. Adapun wilayah perdesaan mencatat jumlah penduduk terlayani sebanyak 121.407 jiwa dengan cakupan pelayanan teknis mencapai 78,15 persen.

Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, mengatakan capaian tersebut sejalan dengan hasil evaluasi kinerja perusahaan daerah pada tahun buku 2025.

“Berdasarkan laporan evaluasi kinerja Perumdam TTB Tahun Buku 2025, untuk cakupan pelayanan teknis se-Kabupaten Kutai Timur mencapai 80,79 persen,” ujarnya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan air bersih terus mengalami perluasan. Di sejumlah wilayah, pertumbuhan sambungan pelanggan berlangsung beriringan dengan bertambahnya jangkauan pelayanan. Kondisi tersebut menjadi penanda bahwa kebutuhan dasar masyarakat memperoleh perhatian yang berkelanjutan.

Bagi warga, angka-angka tersebut bukan semata statistik dalam lembar laporan. Di dalamnya terdapat rumah tangga yang memperoleh kemudahan memperoleh air bersih, terdapat aktivitas ekonomi yang berjalan lebih lancar, serta terdapat lingkungan yang semakin ditopang oleh layanan dasar yang memadai.

Dari Sangatta hingga Sandaran, dari Bengalon sampai Busang, jaringan perpipaan terus merentang melintasi bentang wilayah Kutim yang luas. Setiap sambungan baru yang tercatat bukan hanya menambah jumlah pelanggan, melainkan juga memperluas akses masyarakat terhadap salah satu kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan, air bersih yang mengalir sampai ke rumah-rumah warga. (kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini