Beranda Kutai Timur Redaksi Kopim Kutim Fokuskan Penguatan Eksposur Pemberitaan dan Produktivitas Media

Redaksi Kopim Kutim Fokuskan Penguatan Eksposur Pemberitaan dan Produktivitas Media

13 views
0

Tim Redaksi Kopim Kutim berdiskusi terkait evaluasi dan kinerja publikasi pemberitaan. Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) sub Redaksi Komunikasi Pimpinan (Kopim) melakukan rapat koordinasi untuk memperkuat strategi pemberitaan, peningkatan eksposur program daerah, serta mendorong produktivitas dan kualitas karya jurnalistik yang tayang di web pemberitaan Kopim yaitu Pro Kutim. Pertemuan tersebut membahas evaluasi kinerja publikasi, pemerataan liputan perangkat daerah, penguatan konten media sosial, hingga inovasi dalam penyajian informasi kepada masyarakat di Ruang Rapat Redaksi Pro Kutim, Rabu (1/7/2026).

Dalam rapat tersebut, Pemimpin Redaksi Pro Kutim sealigus Kordinator Lapangan (Korlap) Fujiono menekankan pentingnya pemerataan eksposur seluruh perangkat daerah agar informasi pembangunan tidak hanya terpusat pada beberapa instansi tertentu. Setiap perangkat daerah diharapkan memiliki kontribusi pemberitaan secara berkala sehingga berbagai program, pelayanan, dan inovasi dapat diketahui masyarakat.

“Jangan sampai ada perangkat daerah yang tidak muncul sama sekali. Kalau kesulitan mencari bahan berita, bisa menggali program tahunan maupun kegiatan yang sudah dilaksanakan,” sebut Fuji.

Selain pemerataan pemberitaan, peserta rapat juga diarahkan untuk memperkuat tujuh aspek utama konten, mulai dari investasi dan hilirisasi, UMKM inspiratif, inovasi pelayanan publik, ekonomi kreatif, digitalisasi pemerintahan, hingga kisah-kisah inspiratif masyarakat.

Ditambahkan Fuji sapaan akrabnya, pemberitaan UMKM, misalnya, tidak hanya diarahkan pada program resmi perangkat daerah terkait, tetapi juga dapat mengangkat pelaku usaha kecil yang memiliki cerita perjuangan dan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Begitu pula dengan ekonomi kreatif, termasuk kisah aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat yang memiliki aktivitas kreatif dan mampu memberikan inspirasi. Sementara inovasi pelayanan publik dapat dikembangkan melalui berbagai sektor seperti layanan administrasi kependudukan, pendidikan, hingga pelayanan terpadu lainnya.

Rapat juga menyoroti potensi publikasi digitalisasi pemerintahan, termasuk berbagai aplikasi dan sistem yang telah diterapkan Pemerintah Kabupaten Kutim. Inovasi tersebut dinilai penting untuk diperkenalkan lebih luas karena menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik.

Dalam evaluasi produktivitas penulis berita, rapat mencatat adanya perbedaan capaian antarpenulis. Beberapa penulis mampu menghasilkan ratusan berita dalam periode tertentu, sementara sebagian lainnya masih memiliki jumlah publikasi yang relatif rendah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian agar setiap penulis dapat meningkatkan kemampuan, memperluas jaringan liputan, serta tidak hanya bergantung pada kegiatan seremonial atau agenda protokoler.

Peserta rapat juga mendorong agar penulis lebih aktif menggali berita di lapangan, termasuk mendatangi perangkat daerah yang belum banyak diekspos untuk mendapatkan sudut pandang baru.

Salah satu contoh yang dibahas adalah potensi liputan di bidang kepemudaan dan olahraga. Liputan tidak hanya berkutat pada bantuan sarana olahraga, tetapi dapat menggali pembinaan atlet, olahraga tradisional, prestasi pemuda, dan dampak program terhadap masyarakat.

Selain kuantitas, kualitas pemberitaan menjadi perhatian utama. Judul berita diarahkan agar lebih singkat, padat, jelas, dan menarik. Berita juga perlu diperkuat dengan cerita, dampak, serta menghadirkan lebih dari satu narasumber untuk menjaga keseimbangan informasi.

“Pemberitaan jangan hanya menggunakan satu sudut pandang. Minimal ada dua narasumber agar informasi lebih berimbang,” tambahnya.

Rapat juga membahas penguatan konten media sosial seperti X (Twitter) dan Threads yang memiliki karakter berbeda dibandingkan berita website. Diperlukan pola komunikasi yang lebih strategis agar pesan pemerintah dapat tersampaikan secara efektif dan tetap menarik perhatian publik.

Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga menjadi bagian diskusi. AI dapat membantu memberikan rekomendasi ide maupun penyusunan materi, namun tetap harus didukung kemampuan jurnalistik, kreativitas, dan verifikasi dari penulis.

“AI dapat menjadi alat bantu, tetapi tidak menggantikan kemampuan berpikir, karya, dan sentuhan manusia dalam menghasilkan informasi yang berkualitas,” tegas Fuji menjadi penekanan dalam rapat.

Selain itu, rapat mendorong peningkatan kualitas konten website melalui analisis data pembaca, seperti jumlah pembaca, waktu membaca, dan performa setiap berita. Data tersebut nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan tema pemberitaan yang lebih diminati masyarakat.

Komposisi pemberitaan juga perlu diseimbangkan agar tidak hanya didominasi kegiatan pemerintahan rutin, tetapi turut menghadirkan isu pelayanan publik, pembangunan, persoalan masyarakat, serta cerita keberhasilan program daerah.

Melalui rapat koordinasi ini, jajaran komunikasi pimpinan berharap seluruh tim dapat meningkatkan kolaborasi, memperkuat komunikasi internal, serta menghasilkan informasi publik yang lebih informatif, inspiratif, dan berdampak bagi masyarakat Kutim.(kopi15/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini