Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Ilham. Foto: Lintang/Awal/Pro Kutim
SANGATTA – Festival Sekerat Nusantara V bukan hanya menjadi panggung hiburan dan promosi wisata, tetapi juga momentum penting bagi pelestarian budaya Kutai Timur (Kutim). Tahun ini, pelaksanaan festival terasa semakin istimewa setelah Belian Kutai Semega resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.
Festival yang berlangsung di Pantai Sekerat, Kecamatan Bengalon, Jumat malam (10/7/2026), dibuka Wakil Bupati Kutim Mahyunadi dan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Mahriadi, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim Ilham, Camat Bengalon Muhammad Harun Al Rasyid, Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika, Forkopimda, tokoh masyarakat, serta warga.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim Mulyono, Kepala Bidang Kebudayaan Ilham mengatakan Festival Sekerat Nusantara telah berkembang menjadi ruang kolaborasi antara kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Menurutnya, warisan budaya tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dikemas secara baik.

“Festival ini tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan, tetapi membuka ruang kolaborasi antara budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Warisan budaya kita layak jual dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat menjadi kekuatan pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Belian Kutai Semega resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 3 Juli 2026 setelah melalui proses verifikasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta.
Penetapan tersebut sekaligus menambah daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia asal Kutim menjadi empat, setelah sebelumnya Hudoq (2013), Lom Plai (2015), dan Bekenyong (2021).
“Ini merupakan prestasi besar bagi Kutai Timur. Belian Kutai Semega menjadi warisan budaya takbenda keempat yang berhasil kita bukukan di tingkat nasional,” kata Ilham.

Sementara itu, Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika menyebut capaian tersebut menjadi hasil kerja bersama pemerintah daerah, masyarakat, pelaku budaya, hingga perusahaan yang selama ini mendukung pelestarian budaya lokal.
Ia berharap pengakuan nasional terhadap Belian Kutai Semega mampu memperkuat identitas Desa Sekerat sebagai desa wisata budaya sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.
Di sisi lain, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengapresiasi penyelenggaraan Festival Sekerat Nusantara yang dinilai menjadi media promosi budaya dan wisata daerah.
Menurutnya, keberhasilan suatu destinasi wisata sangat ditentukan oleh tiga unsur utama, yakni alam, budaya, dan religi. Desa Sekerat dinilai memiliki potensi besar karena memadukan keindahan alam pesisir dengan kekayaan tradisi budaya yang masih terjaga.

“Acara seperti ini memberikan promosi yang sangat baik bagi wisata kita. Sekerat memiliki alam yang indah dan budaya yang kuat. Tinggal bagaimana seluruh pihak menjaga, mengembangkan, dan memperkuat akses menuju kawasan ini agar semakin banyak wisatawan datang,” ujar Mahyunadi.
Ia berharap Festival Sekerat Nusantara terus menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.(kopi17/kopi13/kopi3)

































