Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama jajran Forkopimda Kutim menghadiri Nobar Final Piala Dunia 2026 di Polder Ilham Maulana. Foto: Irfan/Pro Kutim
SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengajak Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutim untuk berperan aktif dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Ajakan tersebut disampaikan Ardiansyah di sela-sela kegiatan nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026 yang digagas oleh pengurus KNPI Kutim bekerja sama dengan Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim serta Dinas Kepemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim di Polder Ilham Maulana, Minggu (19/7/2026) malam.

Ardiansyah menyoroti tingginya angka narapidana asal Kutim yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bontang. Berdasarkan data yang ia terima dari Badan Narkotika Nasional (BNN), lebih dari 60 persen warga binaan di lapas tersebut berasal dari Kutim, dengan mayoritas kasus terkait penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
”Pesan saya kepada teman-teman KNPI, manfaatkan agenda-agenda yang ada untuk memberikan manfaat positif. Mari kita bersama-sama menjauhkan pemuda dari jeratan narkotika dan obat-obatan terlarang,” ujar Ardiansyah.

Bupati menegaskan bahwa ancaman narkoba kini semakin kompleks karena modus operandi para pengedar yang kian canggih, termasuk pemanfaatan teknologi digital.
“Oleh karena itu, ia berharap KNPI dapat menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan bahaya narkoba kepada generasi muda di Kutai Timur,” tegasnya.(kopi13/kopi3)

































