Teks foto: PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui Departemen Bengalon Community Relations & Development (BCRD) menyerahkan bantuan sarana peternakan berupa kandang ayam berteknologi closed house berkapasitas 8.500 ekor kepada masyarakat di Desa Tepian Baru, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, Senin (27/7/2026).
BENGALON – Di Desa Tepian Baru, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, sebuah bangunan berukuran 8 x 75 meter mulai memainkan peran lebih dari sekadar tempat pemeliharaan unggas. Kandang ayam berteknologi closed house (kandang tertutup dengan sistem pengelolaan lingkungan yang dikendalikan) berkapasitas 8.500 ekor itu diproyeksikan menjadi ruang belajar sekaligus sarana pengembangan peternakan masyarakat.
Fasilitas tersebut diserahkan PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui Departemen Bengalon Community Relations & Development (BCRD) kepada masyarakat di Desa Tepian Baru pada Senin, 27 Juli 2026. Penyerahan sarana peternakan itu menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan pengetahuan, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang perunggasan. Program ini sejalan dengan visi Pemeritah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) “Terwujudnya Kutai Timur Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing” melalui misi “Transformasi Ekonomi Melalui Pertumbuhan Ekonomi dan Industri Berbasiskan Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Pariwisata, Peternakan, Perikanan dan Kelautan”.
Acara penyerahan dihadiri jajaran Kepala UPT, Sekretaris Desa Tepian Baru, perwakilan Kecamatan Bengalon, serta tim BCRD PT KPC. Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Kepala UPT Penyuluhan Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan (P4) Kecamatan Bengalon, kemudian dilanjutkan perwakilan pemerintah setempat dan Manager BCRD PT KPC.

Bagi masyarakat, keberadaan kandang tersebut membuka peluang untuk mempelajari pola budi daya unggas yang lebih modern dan terukur. Teknologi closed house memungkinkan pengelolaan kondisi lingkungan di dalam kandang secara lebih terkendali. Dengan demikian, fasilitas itu tidak hanya diarahkan untuk menunjang produksi ayam pedaging, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran bagi masyarakat dan penyuluh.
Kepala UPT P4 Kecamatan Bengalon, Luki Harsono, menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT KPC atas dukungan yang diberikan secara berkelanjutan. Menurut dia, bantuan tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan dan pemberdayaan yang lebih luas, terutama untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengembangkan sektor perunggasan.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kandang ayam closed house ini. Ini merupakan bagian dari sistem pembinaan dan pemberdayaan kami agar masyarakat memiliki sarana untuk belajar bersama dalam pengembangan industri perunggasan, khususnya di Kecamatan Bengalon dan Kabupaten Kutai Timur pada umumnya,” ujar Luki.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa pembangunan fasilitas peternakan tidak berdiri sendiri. Ada ikhtiar untuk membangun ekosistem pembelajaran yang memungkinkan masyarakat memperoleh pengetahuan secara langsung melalui praktik. Kandang itu diharapkan dapat menjadi tempat untuk mengenali tata kelola peternakan unggas modern, sekaligus mempertemukan pengalaman penyuluh dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Luki menambahkan, kontribusi PT KPC tidak berhenti pada pembangunan sarana fisik. Dukungan juga diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Pada 2022, jajaran UPT P4 telah memperoleh pelatihan sebagai instruktur perunggasan dari PT KPC. Pelatihan tersebut kemudian menjadi bagian dari rangkaian proses yang bermuara pada pembangunan dan penyerahan fasilitas kandang ayam closed house di Desa Tepian Baru. Rangkaian pembinaan itu memperlihatkan pentingnya keterhubungan antara pembangunan infrastruktur dan peningkatan kemampuan manusia yang mengelolanya. Fasilitas yang memadai membutuhkan pengetahuan, keterampilan, serta pendampingan agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Selain menghasilkan daging ayam, fasilitas peternakan tersebut juga diproyeksikan menghasilkan pupuk kandang dari limbah ternak. Produk sampingan itu diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian lokal dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk membuka peluang terbentuknya hubungan yang lebih erat antara subsektor peternakan dan pertanian. Limbah yang sebelumnya dipandang sebagai sisa produksi dapat diolah menjadi bahan yang berguna bagi lahan pertanian. Pola semacam ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya ekosistem pertanian yang terintegrasi, dengan peternakan dan pertanian saling menopang.
Bagi wilayah seperti Bengalon, pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu jalan untuk memperluas manfaat kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pengembangan peternakan tidak hanya berhenti pada produksi komoditas, tetapi juga berkelindan dengan pengelolaan hasil samping, peningkatan keterampilan, serta pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Manager BCRD PT KPC, Syahruldin, mengatakan penyerahan fasilitas tersebut merupakan salah satu wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di Desa Tepian Baru.
“Penyerahan kandang closed house ini adalah salah satu wujud nyata komitmen kami terhadap pemberdayaan masyarakat di wilayah Desa Tepian Baru. Kami berharap sarana ini dapat menjadi pusat pembelajaran dan rujukan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga di Desa Tepian Baru dalam meningkatkan pengetahuan mereka tentang budidaya unggas modern,” ujar Syahruldin.
Harapan itu menempatkan kandang closed house bukan hanya sebagai bangunan produksi, melainkan sebagai simpul pengetahuan bagi masyarakat. Dari tempat tersebut, warga dapat belajar mengenai budi daya unggas modern sekaligus memperoleh pengalaman yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan. Syahruldin juga berharap kerja sama dengan UPT dan masyarakat dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi bersama. Keberlanjutan kerja sama menjadi bagian penting agar fasilitas yang telah dibangun tidak kehilangan daya guna setelah proses serah terima selesai.
Serah terima kandang ayam berkapasitas 8.500 ekor itu diharapkan menjadi langkah awal menuju penguatan kemandirian ekonomi masyarakat dan kemajuan sektor peternakan di Kecamatan Bengalon. Pemanfaatan teknologi dipadukan dengan peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi utama agar fasilitas tersebut mampu memberi manfaat dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari berdirinya sebuah kandang atau jumlah ayam yang dapat dipelihara. Nilai yang lebih penting terletak pada kemampuan masyarakat memanfaatkan sarana tersebut untuk belajar, mengembangkan keterampilan, meningkatkan produktivitas, serta mengolah potensi lokal menjadi sumber penghidupan yang lebih berkelanjutan. Di Desa Tepian Baru, kandang closed house itu kini menjadi bagian dari ikhtiar untuk menumbuhkan pengetahuan dan kemandirian. Dari sebuah fasilitas peternakan, terbuka ruang bagi masyarakat untuk belajar bersama, mengembangkan budi daya unggas modern, dan membangun keterkaitan antara peternakan dan pertanian. Dengan dukungan pembinaan serta sinergi yang terus dijaga, sarana tersebut diharapkan dapat memberi manfaat yang lebih luas bagi warga Bengalon dan masyarakat Kutim. (kopi3)

































