Beranda Kutai Timur 301 Petani Sawit Kutai Timur Dilatih Pemetaan Digital Kebun

301 Petani Sawit Kutai Timur Dilatih Pemetaan Digital Kebun

97 views
0

Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit bagi petani Kutim. Foto: Istimewa untuk Pro Kutim

SANGATTA – Upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit terus diperkuat. Sebanyak 301 petani sawit asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengikuti Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Sebuah program yang diarahkan untuk membekali pekebun dengan kemampuan memetakan areal kebun secara lebih akurat melalui pemanfaatan teknologi.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Perkebunan Agro Nusantara (LPP Agro Nusantara) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Program itu menjadi salah satu ikhtiar memperkuat kompetensi pekebun rakyat agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dalam tata kelola perkebunan. Melalui keterampilan pemetaan, petani diharapkan dapat menyusun perencanaan pengelolaan lahan secara lebih presisi. Sehingga kegiatan budidaya berlangsung lebih tertata dan efisien. Pelatihan dipusatkan di Balikpapan dan dilaksanakan dalam tiga angkatan. Angkatan pertama berlangsung pada 23-26 Juni 2026, disusul angkatan kedua pada 30 Juni-3 Juli 2026, sedangkan angkatan ketiga dijadwalkan pada 6-10 Juli 2026.

Selama mengikuti kegiatan, peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga memperoleh kesempatan melakukan praktik lapangan di kebun PT Alam Jaya Pratama. Kegiatan tersebut memberi ruang bagi para pekebun untuk menyaksikan secara langsung penerapan teknologi pemetaan pada pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik, peserta dibekali kemampuan dasar menggunakan perangkat pemetaan berbasis teknologi. Bekal tersebut diharapkan dapat diterapkan ketika kembali mengelola kebun masing-masing sehingga proses pendataan, penataan lahan, hingga perencanaan usaha tani menjadi lebih cermat dan sistematis.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kutim, Arief Nur Wahyuni yang membuka pelatihan menegaskan bahwa kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh peserta.

“Pelatihan pemetaan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya karena telah difasilitasi dan ilmu yang diperoleh harus dipraktikkan dan sekembali ke tempat asal disebarkan kepada pekebun sawit lain,” pinta Arief.

Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta pelatihan semata, melainkan diharapkan menular kepada petani lainnya melalui proses berbagi pengalaman dan pendampingan di lapangan. Dengan demikian, manfaat program dapat menjangkau lebih banyak pekebun di berbagai wilayah Kutim.

Ia menambahkan, penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Perkebunan bersama BPDP dan lembaga pelatihan dalam meningkatkan kompetensi petani sawit Indonesia.

Penguatan kemampuan teknis, termasuk penguasaan teknologi pemetaan, dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam pengelolaan perkebunan rakyat yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman. Pemetaan yang lebih presisi memungkinkan pekebun memiliki gambaran yang lebih baik mengenai kondisi lahannya sehingga mendukung penyusunan rencana pengelolaan kebun secara terarah.

Pada akhirnya, pelatihan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus kualitas perkebunan kelapa sawit rakyat. Di sisi lain, penguasaan teknologi dan penerapan praktik terbaik di tingkat pekebun diharapkan turut memperkokoh daya saing industri kelapa sawit nasional melalui pengembangan sumber daya manusia yang semakin kompeten dan berdaya saing. (kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini