Beranda Kutai Timur Di Hari Bhayangkara, Fauzan Arianto Sampaikan Torehan Ragam Capaian Polres Kutim

Di Hari Bhayangkara, Fauzan Arianto Sampaikan Torehan Ragam Capaian Polres Kutim

19 views
0

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto saat syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Sangatta, Rabu (1/7/2026), memaparkan capaian kinerja Polres Kutim selama satu tahun terakhir yang mencakup penguatan keamanan, pemberantasan narkotika, ketahanan pangan, pelayanan publik, hingga berbagai program sosial bagi masyarakat. Foto: Bahtiar/Pro Kutim 

SANGATTA – Selama beberapa tahun terakhir, wajah kepolisian tidak lagi semata-mata diukur dari banyaknya perkara yang berhasil diungkap. Di sejumlah daerah, institusi ini juga mulai tampil sebagai bagian dari ikhtiar membangun kesejahteraan masyarakat. Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), pendekatan tersebut tergambar melalui beragam program yang merentang dari menjaga keamanan, memperkuat ketahanan pangan, memperluas pelayanan publik, hingga menghadirkan bantuan kemanusiaan. Potret itu dipaparkan Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto dalam laporan kinerja satu tahun terakhir pada acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (1/7/2026).

Acara tersebut dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD Kutim Jimmi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah, jajaran pejabat utama Polres Kutim, kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan perusahaan, organisasi kemasyarakatan, serta ratusan personel Polres Kutim bersama Bhayangkari. Di hadapan para undangan, Fauzan menegaskan bahwa tema Hari Bhayangkara ke-80, “Polri untuk Masyarakat”, merupakan amanah yang diwujudkan melalui kerja konkret di lapangan.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa Polri benar-benar bekerja. Berbagai program, inovasi dan hasil kerja yang kami lakukan merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat sekaligus upaya menghadirkan Polri yang semakin dekat, profesional dan dipercaya,” ujarnya.

Menurut Fauzan, terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kutim tidak mungkin diraih tanpa sokongan Pemkab Kutim, TNI, Forkopimda, dunia usaha, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, media massa, hingga seluruh lapisan masyarakat. Sepanjang satu tahun terakhir, kondisi keamanan daerah tetap terpelihara dalam keadaan aman dan kondusif. Stabilitas tersebut menjadi landasan penting bagi keberlangsungan investasi, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, serta aktivitas perekonomian masyarakat.

Pada bidang penegakan hukum, Polres Kutim menangani 314 perkara pidana dengan 410 tersangka. Kasus yang ditangani meliputi pencurian, penganiayaan, penggelapan, tindak pidana korupsi, hingga pelanggaran yang berkaitan dengan sumber daya alam. Komitmen memberantas peredaran narkotika juga terus diperkuat. Selama satu tahun terakhir, Satuan Reserse Narkoba Polres Kutim mengungkap 209 perkara dengan 252 tersangka. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 2.635 gram sabu senilai sekitar Rp3,95 miliar yang diperkirakan mampu menyelamatkan lebih dari 13 ribu jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Tak hanya itu, Polres Kutim juga mengungkap jaringan narkotika berskala besar dengan barang bukti sekitar 92 kilogram narkotika. Aparat turut menyita 1.000 cartridge rokok elektrik yang mengandung etomidate serta menginisiasi pembentukan Kampung Bebas Narkoba sebagai langkah preventif yang dimulai dari tingkat desa.

Di sektor lalu lintas, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 menjadi salah satu capaian penting. Bersama Dinas Perhubungan dan berbagai pemangku kepentingan, Polres Kutim berhasil menurunkan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 31,43 persen dan menekan angka fatalitas hingga 63,42 persen.

Selain itu, ketertiban berlalu lintas diperkuat melalui patroli rutin, penindakan balap liar, edukasi keselamatan berkendara, serta pemusnahan 901 knalpot brong yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat karena mengganggu ketenteraman lingkungan. Namun, kiprah Polres Kutim tidak berhenti pada fungsi penegakan hukum. Dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, institusi tersebut turut mengambil peran sebagai penggerak ketahanan pangan melalui Program Pentahelix Industrial Farming. Program itu dijalankan bersama Pemkab Kutim, kelompok tani, perusahaan tambang, perusahaan perkebunan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Hasilnya, seluas 186,97 hektare lahan berhasil ditanami jagung dengan produksi mencapai 63,496 ton jagung pipil yang telah dikirim ke Bulog Samarinda sepanjang Januari hingga Juni 2026. Capaian tersebut menempatkan Kutim sebagai pemasok jagung terbesar bagi Bulog Samarinda di Kaltim. Atas inovasi tersebut, Polres Kutim meraih Juara III Nasional Kategori Inovasi Ketahanan Pangan Pascapanen. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Komitmen pada kesejahteraan masyarakat juga diwujudkan melalui pengoperasian satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis. Hingga kini layanan tersebut telah menjangkau 1.538 penerima manfaat yang terdiri atas siswa taman kanak-kanak, sekolah dasar, balita Posyandu, dan tenaga pendidik.

Di bidang pelayanan publik, Polres Kutim menghadirkan berbagai inovasi, antara lain Hotline 110, layanan “Lapor Bapak Kapolres”, penyelesaian 117 perkara melalui Restorative Justice (penyelesaian perkara di luar proses peradilan dengan mengedepankan pemulihan), hingga pelaksanaan 25 Commander Wish yang mencakup pelayanan digital, pendidikan, kesehatan, bakti religi, patroli jarak jauh, perpustakaan keliling, internet gratis, ambulans gratis, Warung Ojek Online Kamtibmas, bedah rumah, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, serta berbagai program lain yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Kepedulian sosial juga diwujudkan melalui Program Bedah Rumah Presisi yang telah merenovasi delapan rumah warga kurang mampu. Selain itu, Polres Kutim menyalurkan 350,925 ton beras SPHP guna membantu menjaga stabilitas harga pangan.

Saat bencana melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, Polres Kutim mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai Rp80 juta beserta 500 paket sembako. Ketika kebakaran terjadi di Kecamatan Batu Ampar, sebanyak 60 personel diterjunkan untuk membantu penanganan bencana, distribusi bantuan, pelayanan kesehatan, hingga trauma healing (pemulihan psikologis) bagi para korban. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat juga diperluas melalui Program Dokes Care dan bakti kesehatan yang telah menjangkau 1.044 warga.

Prestasi juga lahir dari bidang olahraga. Personel Polres Kutim, Bripda Gabriel Simurangkir, berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih tiga medali emas pada ASEAN Open Police Taekwondo Championship 2024 di Vietnam serta dua medali emas pada Open Taekwondo International Championship 2026 di Jepang. Sementara itu, dalam tata kelola organisasi, Polres Kutim memperoleh nilai sempurna 100 pada Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) di lingkungan Polda Kalimantan Timur sebagai indikator pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel.

Menutup paparannya, Fauzan menegaskan bahwa penghargaan terbesar bagi institusi kepolisian adalah meningkatnya kepercayaan masyarakat. Berdasarkan survei Litbang Kompas, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen sehingga menempatkan Polri sebagai salah satu dari lima lembaga negara dengan tingkat kepercayaan tertinggi.

“Kepercayaan masyarakat itu harus dijaga. Jangan sampai capaian ini membuat kami cepat berpuas diri. Justru menjadi motivasi untuk terus memperbaiki pelayanan, meningkatkan profesionalisme dan selalu hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran Polres Kutim yang selama ini membangun sinergi erat dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres beserta seluruh jajaran Polres Kutim yang telah bekerja keras menjaga keamanan dan ketertiban. Sinergi yang terjalin selama ini sangat baik sehingga berbagai program pembangunan maupun penyelesaian persoalan di masyarakat dapat berjalan dengan lancar,” ujar Ardiansyah.

Ardiansyah juga menyerahkan penghargaan kepada AKBP Fauzan Arianto yang telah memimpin Polres Kutim selama satu tahun delapan hari sebelum menerima amanah baru sebagai Wakapolresta Balikpapan. Menurutnya, beragam inovasi dan capaian yang ditorehkan selama kepemimpinan Fauzan menjadi penanda bahwa Polri tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, melainkan juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Atas nama Pemkab Kutim dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak AKBP Fauzan Arianto. Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan berbagai prestasi yang telah ditorehkan selama bertugas di Kutim. Semoga sukses mengemban amanah di tempat tugas yang baru dan tetap menjalin silaturahmi dengan masyarakat Kutim,” tutup Ardiansyah. (kopi4/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini