Beranda Kutai Timur Puncak Peringatan HAN 2026, Bupati Launching PENTAS Kutim Tuntaskan Stunting

Puncak Peringatan HAN 2026, Bupati Launching PENTAS Kutim Tuntaskan Stunting

36 views
0

Bupati Ardiansyah Sulaiman melaunching Pentas Kutim. Foto : Nasruddin&Rusli / Pro Kutim

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman secara resmi meluncurkan PENTAS Kutim (Pelayanan terpadu dan serentak) tuntaskan stunting di Kutim. Kegiatan tersebut dalam rangkaian puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Minggu (26/7/2026), menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kutim.

Sejalan dengan tema Hari Anak Nasional (HAN) 2026, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, program Pentas Kutim mengombinasikan deteksi dini berbasis teknologi informasi, intervensi medis, pemenuhan gizi, serta edukasi keluarga secara serentak dari tingkat desa hingga kabupaten.

Hadir dalam acara, Kepala KMK LAN RI Makassar H Muhammad Aswad, Ketua LPAI Seto Mulyadi, Perwakilan Forkopimda, Ketua TP PKK Kutim sekaligus Bunda PAUD Kutim Siti Robiah, beberapa kepala perangkat daerah (PD) serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ardiansyah mengatakan Hari Anak Nasional merupakan momen penting untuk mengingat kembali peran strategis anak sebagai aset berharga sekaligus generasi penerus bangsa. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh perlindungan, kasih sayang, dan kesempatan untuk tumbuh serta berkembang secara optimal.

“Hari Anak Nasional adalah saat yang tepat untuk kita semua merenungkan peran penting anak-anak dalam pembangunan bangsa. Anak-anak adalah aset berharga dan generasi penerus yang harus kita lindungi, cintai, dan beri perhatian khusus agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan dukungan penuh dengan adanya program Pentas Kutim. Ia menilai bahwa program tersebut merupakan salah satu program inovatif yang dihadirkan sebagai langkah strategis dan masif dalam mempercepat penurunan angka stunting secara terintegrasi di seluruh wilayah Kabupaten Kutim.

“Semoga program ini bisa mempercepatan penurunan stunting di Kutim,” harapnya.

Selain masalah stunting, Bupati Ardiansyah juga menyampaikan bahwa praktik perkawinan anak masih menjadi ancaman serius yang harus dicegah bersama karena berdampak terhadap masa depan generasi muda. Anak yang menikah di usia dini berisiko kehilangan kesempatan menyelesaikan pendidikan, menghadapi persoalan kesehatan reproduksi, hingga mengalami tekanan ekonomi dan psikologis yang berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial.

“Setiap anak di Kutim berhak untuk tumbuh, belajar, bermain, dan mengejar impian setinggi-tingginya sebelum siap melangkah ke jenjang kehidupan berkeluarga. Masa kanak-kanak adalah masa untuk menanam cita-cita, bukan memikul beban dewasa secara prematur,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana, menjelaskan bahwa Pentas Kutim merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah untuk menjamin tumbuh kembang anak-anak Kutim secara optimal dan bebas dari ancaman stunting.

“Pentas Kutim adalah program Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting di Kabupaten Kutai Timur. Lewat gerakan ini, kita ingin memastikan tidak ada satu pun balita maupun ibu hamil yang luput dari pemantauan gizi dan kesehatan,” ujarnya.

Dengan peluncuran Pentas Kutim diharapkan menjadi pemantik semangat bersama bagi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bergerak serentak dalam menuntaskan masalah stunting hingga ke pelosok desa di Kutim.(kopi14/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini