Beranda Kutai Timur Ambisi Besar Ekraf Kutim Tertahan Keterbatasan Anggaran

Ambisi Besar Ekraf Kutim Tertahan Keterbatasan Anggaran

35 views
0

Kabid Ekraf Dispar Kutim Ahmad Rifani. Foto: Irfan/Pro Kutim

SANGATTA – Upaya pengembangan ekonomi kreatif (Ekraf) di Kutai Timur masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait pendataan pelaku dan keterbatasan anggaran operasional. Hal tersebut disampaikan Kabid Ekraf Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim, Ahmad Rifani.

Menurut Rifani, anggaran menjadi faktor paling krusial dalam menjalankan program penguatan ekonomi kreatif, mengingat kegiatan seperti festival, pelatihan, hingga pendaftaran hak cipta membutuhkan pendanaan yang cukup besar.

“Kita ibarat motor lengkap ada SIM, ada surat-surat tapi tidak ada bensinnya. Operasional itu yang utama,” kata Rifani.

Kondisi keuangan daerah yang menuntut efisiensi membuat sejumlah program harus diprioritaskan, sementara sebagian lainnya ditunda. Pada sisi lain, Dispar Kutim juga tengah berupaya memperbaiki kualitas pendataan pelaku ekonomi kreatif, namun masih terkendala rendahnya partisipasi pelaku dalam mengisi formulir pendataan digital.

Sektor ekonomi kreatif Kutim sendiri mencakup tujuh subsektor utama yang cukup potensial, mulai dari musik, seni rupa, film, fotografi, arsitektur, kriya, hingga fashion. Namun, banyak pelaku seni dan kreatif belum terdata dengan baik sehingga menyulitkan penyusunan program yang tepat sasaran.

Rifani menambahkan bahwa bantuan bagi pelaku ekonomi kreatif belum dapat diberikan secara luas karena anggaran daerah masih terbatas. Meski begitu, ada peluang untuk mendapatkan dukungan dari program kementerian, misalnya bantuan peralatan seperti kamera digital dan drone untuk pelaku fotografi dan film.

Ia berharap peningkatan pendataan dan penguatan kebijakan anggaran dapat membuka jalan bagi pertumbuhan ekraf di Kutim.

“Kalau hanya mendata tanpa ujungnya, ya sama saja. Harus ada pelatihan, bantuan, hingga promosi agar pelaku bisa mandiri,” pungkasnya.(kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini