Beranda Kutai Timur Dilepas Bupati, 170 Calhaj Kutim Bertolak ke Embarkasi Sebelum ke Tanah Suci

Dilepas Bupati, 170 Calhaj Kutim Bertolak ke Embarkasi Sebelum ke Tanah Suci

57 views
0

Momen Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam prosesi pelepasan 170 Calhaj Kutim. Foto: Bahtiar/Pro Kutim

SANGATTA – Suasana haru menyelimuti pelataran indoor Masjid Agung Al-Faruq pada Minggu sore, (3/5/2026). Di tempat itulah sebanyak 170 jemaah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersiap menempuh perjalanan panjang menuju Tanah Suci. Mereka dilepas secara resmi oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat, disaksikan keluarga, kerabat, serta jajaran pemerintah daerah.

Keberangkatan rombongan calhaj ini bukan sekadar perjalanan geografis dari Sangatta menuju embarkasi, sebelum ke Tanah Suci Mekkah, melainkan juga langkah spiritual yang telah lama dinantikan. Setelah menunggu masa antrean keberangkatan, para jemaah akhirnya memperoleh kesempatan untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Sebanyak 170 jemaah calhaj tersebut diberangkatkan bersama petugas pendamping yang terdiri atas empat petugas kloter dan dua petugas haji daerah. Dari Sangatta, rombongan bergerak menuju Asrama Haji Batakan di Balikpapan sebagai titik embarkasi sebelum melanjutkan penerbangan menuju Arab Saudi.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menekankan bahwa ibadah haji menuntut kesiapan fisik sekaligus kekompakan antarjemaah. Rangkaian ibadah yang padat dan melelahkan, dalam istilah klasik sering disebut rihlah ruhaniyah (perjalanan spiritual), memerlukan disiplin serta kepatuhan terhadap arahan petugas.

“Ibadah haji adalah panggilan yang harus disyukuri dengan cara menjaga kesehatan dan kekompakan,” tegasnya di hadapan para jemaah.

Ia juga mengingatkan agar seluruh jemaah memusatkan niat dan perhatian pada pelaksanaan ibadah selama berada di Tanah Suci.

“Hasilnya memperoleh predikat haji yang mabrur. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memastikan kelancaran mobilisasi jemaah menuju embarkasi,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kutim yang juga Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutim, Norhadi, menjelaskan bahwa pemerintah daerah menanggung kebutuhan akomodasi perjalanan domestik bagi para jemaah. Pembiayaan tersebut bersumber dari dana hibah pemerintah daerah.

“Untuk rute darat dari Sangatta menuju Asrama Haji Batakan di Balikpapan, pemerintah menyediakan 4 unit bus digunakan untuk mobilisasi jemaah agar tetap nyaman selama perjalanan. Sementara 2 unit truk dikerahkan khusus untuk mengangkut logistik dan koper jemaah. Sementara konsumsi dijamin sepenuhnya oleh pemerintah kabupaten selama perjalanan menuju embarkasi,” singkatnya.

Dari pantauan di lokasi, suasana pelepasan sarat nuansa emosional. Keluarga yang mengantar tampak memeluk erat para jemaah sebelum mereka menaiki bus. Doa-doa dilantunkan lirih, sementara sebagian kerabat tak kuasa menahan isak tangis. Momentum tersebut menjadi potret perpisahan sementara antara keluarga dengan anggota mereka yang akan menunaikan ibadah suci di Tanah Haram.

Turut hadir dalam prosesi pelepasan itu unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kutim. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan sekaligus dukungan moral bagi para jemaah yang akan menempuh perjalanan ibadah.

Bupati juga mengingatkan keluarga yang ditinggalkan agar melepas keberangkatan para jemaah dengan keikhlasan. Ia berharap doa keluarga terus mengiringi perjalanan ibadah para calhaj hingga kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan selamat.

Keberangkatan 170 jemaah calon haji Kutim tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi perjalanan ibadah personal, melainkan juga representasi kedisiplinan serta citra baik daerah selama berada di Arab Saudi. Dalam khazanah lama, perjalanan haji sering dimaknai sebagai safar agung, sebuah pengembaraan rohani yang menuntun manusia kembali pada kesadaran akan ketakwaan.

Dari pelataran Masjid Agung Al-Faruq, iring-iringan bus yang membawa rombongan calhaj perlahan bergerak meninggalkan Sangatta. Doa-doa pun mengalir, mengiringi langkah mereka menuju Tanah Suci. (kopi7/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini