Beranda Kutai Timur Sirnas C Bupati Cup Kutim Ditutup, Ajang Menempa Bibit Bulutangkis Nusantara

Sirnas C Bupati Cup Kutim Ditutup, Ajang Menempa Bibit Bulutangkis Nusantara

21 views
0

Foto Istimewa untuk Pro Kutim

SANGATTA – Riuh tepuk tangan yang menggema di arena pertandingan menjadi penanda berakhirnya rangkaian panjang Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup 2026 bertajuk Sirkuit Nasional (Sirnas) C. Turnamen yang mempertemukan ratusan pebulutangkis dari berbagai penjuru negeri itu resmi ditutup pada Sabtu (16/6/2026).

Penutupan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Rizali Hadi yang hadir mewakili Bupati Kutim. Momentum tersebut menandai usainya seluruh rangkaian pertandingan yang mempertemukan atlet-atlet muda dan senior dari 15 provinsi di Indonesia. Selama penyelenggaraan, turnamen ini mempertandingkan 18 kategori yang menjadi panggung adu kemampuan, ketangkasan, serta keteguhan mental para atlet.

Atmosfer kompetisi yang terbangun sepanjang kejuaraan menggambarkan semangat sportivitas yang kuat. Setiap pertandingan menghadirkan dinamika permainan yang intens, paduan kecermatan taktik, kecekatan gerak, dan ketangguhan stamina yang menjadi ciri khas olahraga bulutangkis.

Dalam sambutannya saat menutup kejuaraan, Rizali Hadi memyampaikan permohonan maaf Bupati Kutim yang berhalangan hadir. Ia lantas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kutim, yang dinilai mampu menghelat kompetisi berskala nasional secara tertib dan kompetitif.

“Terima kasih kepada PBSI Kutim dan seluruh panitia yang telah bekerja maksimal. Kejuaraan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah pelatihan dan pencarian bibit unggul di cabang olahraga bulutangkis,” ujar Rizali Hadi.

Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan Sirnas C di Kutim menjadi pertanda bahwa daerah tersebut memiliki kapasitas untuk menjadi tuan rumah agenda olahraga tingkat nasional. Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga yang memadai harus diimbangi dengan keberanian menghadirkan kompetisi yang lebih luas.

“Dengan fasilitas yang kita punya, sudah sepatutnya kita menyelenggarakan event seperti ini. Semoga kedepannya cabor lain juga menyelenggarakan agenda nasional, karena dampaknya tidak hanya untuk atlet lokal, namun ekonomi kerakyatan juga akan meningkat,” sambungnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kegiatan olahraga tidak semata menjadi ruang kompetisi, melainkan juga memiliki resonansi ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, hingga pendukung dari berbagai daerah turut menggerakkan denyut ekonomi lokal, dari sektor penginapan, kuliner, hingga jasa transportasi.

Sementara itu, Ketua PBSI Kutim Daniel Politius Sebayang mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kejuaraan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut. Menurutnya, keberhasilan event ini tidak terlepas dari sinergi panitia, dukungan pemerintah daerah, serta partisipasi para atlet dari berbagai provinsi.

“Ini tujuannya tentu pembinaan usia dini. Selain itu, para atlet Kutim bisa menambah pengalaman tanding dan kita akan terus melakukan agenda seperti ini,” ucap Daniel Politius Sebayang.

Bagi para atlet muda, turnamen semacam ini menjadi ruang penggemblengan mental kompetisi. Pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah memberi mereka kesempatan menguji ketangguhan teknik sekaligus memperluas cakrawala pertandingan.
Dari sisi hasil pertandingan, dominasi terlihat pada klub Jaya Raya Jakarta yang tampil impresif sepanjang kejuaraan. Klub tersebut berhasil mengoleksi 17 medali yang terdiri atas 5 emas, 3 perak, dan 9 perunggu. Perolehan itu menempatkan mereka sebagai kontingen paling menonjol dalam turnamen kali ini.
Di posisi berikutnya terdapat klub Taqi Arena Badminton Academy yang mengumpulkan 7 medali dengan rincian 4 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

Rangkaian Sirnas C Bupati Cup Kutim 2026 pun berakhir dengan catatan kompetisi yang tertib, semarak, dan sarat makna pembinaan. Lebih dari sekadar pertandingan, turnamen ini menjadi gelanggang pembentukan generasi atlet masa depan, sebuah upaya panjang yang kelak dapat melahirkan pebulutangkis tangguh dari berbagai penjuru Nusantara. (*/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini