Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memberikan sambutan dalam momen Safari Dakwah Guru Udin. Foto: Hasyim/Nupiansyah Pro Kutim
SANGKULIRANG– Momentum Bulan Dzulhijjah menjadi pesan utama dalam Safari Dakwah di Masjid Besar Ar Rahmah Desa Benua Baru Ilir Kecamatan Sangkulirang, Rabu (3/6/2026) malam. Di hadapan ratusan jemaah yang memadati masjid, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengajak masyarakat memanfaatkan bulan mulia tersebut untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.
Safari dakwah yang menghadirkan penceramah KH Muhammad Dzofaruddin atau Guru Udin Samarinda itu berlangsung khidmat. Jemaah dari berbagai desa dan wilayah di Kecamatan Sangkulirang terlihat memenuhi ruang utama masjid hingga area sekitarnya sejak usai salat isya.

Bupati Ardiansyah turut mengingatkan bahwa umat Islam saat ini sedang berada di bulan Dzulhijjah yang termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah SWT.
“Kita bersyukur kepada Allah malam hari ini masih berada pada salah satu bulan haram di sisi Allah, yaitu bulan Dzulhijjah. Ada empat bulan haram, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Bulan haram adalah bulan yang dimuliakan,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, kehadiran masyarakat yang memenuhi Masjid Besar Ar Rahmah merupakan cerminan semangat umat dalam mencari ilmu agama dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Saya berharap tradisi menghadiri majelis ilmu terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kutim,” tegasnya.
Safari dakwah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa bulan Dzulhijjah bukan hanya identik dengan ibadah kurban, tetapi juga momentum memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian sosial. Di tengah dinamika kehidupan masyarakat, majelis ilmu seperti ini menjadi ruang penting untuk meneguhkan nilai-nilai keislaman dan kebersamaan.(kopi8/kopi13/kopi3)




























