3 Hafiz dan 2 Hafizah menerima sertifikat dan hadiah Alquran dari Bupati Kutim dan Guru Udin. Foto: Hasyim/Nupiansyah Pro Kutim
KARANGAN – Tablig Akbar bersama kLMuhammad Dzofaruddin atau yang akrab disapa Guru Udin Samarinda di Masjid Besar Ar-Raudhah, Kecamatan Karangan, Kamis (4/6/2026), tidak hanya menjadi momentum memperkuat syiar Islam dan silaturahmi umat. Di hadapan ratusan jemaah yang memadati masjid sejak pagi hari, acara tersebut juga menjadi ruang apresiasi bagi generasi muda penghafal Al-Qur’an.
Dalam rangkaian kegiatan, salah satu pondok pesantren di Karangan, Ponpes Darussalam memberikan penghargaan berupa sertifikat kepada lima santri penghafal Al-Qur’an juz 30 yang terdiri dari tiga hafiz dan dua hafizah. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, didampingi Guru Udin.
Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi penyerahan penghargaan. Satu per satu para penerima dipanggil ke depan jamaah sebagai bentuk penghormatan atas kesungguhan mereka dalam menghafal kalamullah di usia yang masih muda.

Tak hanya menerima sertifikat, para hafiz dan hafizah juga mendapatkan hadiah berupa kitab suci Al-Qur’an yang diserahkan langsung oleh Guru Udin. Pemberian tersebut menjadi simbol dukungan agar para penghafal Al-Qur’an terus menjaga dan meningkatkan hafalannya.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap anak-anak dan remaja yang telah menunjukkan ketekunan dalam mempelajari Al-Qur’an. Menurutnya, keberhasilan menghafal Al-Qur’an merupakan prestasi yang patut dibanggakan sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
Di antara penerima penghargaan itu adalah Indriani, siswi kelas III SMP yang berhasil menyelesaikan hafalan juz 30 dalam waktu sekitar empat bulan. Dengan wajah bahagia, ia mengaku tidak menyangka akan menerima penghargaan dan hadiah Al-Qur’an secara langsung dari Guru Udin.

“Alhamdulillah senang sekali. Menghafalnya kurang lebih empat bulan. Yang paling membuat saya bahagia hari ini karena bisa menerima hadiah Al-Qur’an dari Guru Udin,” ujarnya.
Indriani mengaku selama proses menghafal dirinya berusaha meluangkan waktu setiap hari untuk murajaah atau mengulang hafalan agar ayat-ayat yang telah dihafal tetap melekat dalam ingatan.
Kebahagiaan serupa juga dirasakan Muhammad Asjad Azwa, siswa kelas V SD putra dari Abdur Rajab. Ia menjadi salah satu hafiz yang menerima sertifikat dan hadiah pada kesempatan tersebut.
Azwa mengatakan proses menghafal juz 30 yang dijalaninya sejak tahun lalu. Meski tidak selalu mudah, ia berusaha konsisten menyetorkan hafalan dan mengulang ayat-ayat yang telah dipelajari.
“Dari kelas IV sudah mulai menghafal. Senang bisa menerima sertifikat dan dapat hadiah Al-Qur’an dari Guru Udin,” katanya singkat.

Momentum penghargaan kepada para hafiz dan hafizah itu menjadi salah satu bagian yang paling berkesan dalam Tabligh Akbar yang menghadirkan Guru Udin Samarinda. Di tengah tausiah yang menekankan pentingnya memperkuat keimanan, menjaga ukhuwah Islamiyah, dan membiasakan generasi muda dekat dengan Al-Qur’an, keberadaan para penghafal Al-Qur’an tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat mencintai Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat Karangan.
Melalui penghargaan itu, diharapkan semakin banyak anak-anak dan remaja yang termotivasi untuk mempelajari, menghafal, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, di tengah arus perkembangan zaman, lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an menjadi harapan besar bagi masa depan umat dan daerah.(kopi8/kopi13/kopi3)




























